Pertanyaan “1 truk pasir berapa kubik” tidak punya satu angka untuk semua truk. Jawabannya bergantung pada jenis truk, ukuran bak bagian dalam, dan batas berat yang diizinkan. Di lapangan, pickup kecil hanya menampung sekitar 1–1,8 m³, dump engkel sekitar 6 m³, CDD sekitar 8–10 m³, dan tronton besar 24–32 m³. Namun yang boleh dimuat mengikuti payload kendaraan serta aturan anti-ODOL yang makin diperketat pemerintah.
Table of Contents
ToggleInti perhitungan: volume = panjang × lebar × tinggi
Kubikasi (m³) dihitung dari dimensi bagian dalam bak:
V = P × L × T (dalam meter). Sumber resmi Daihatsu mencantumkan ukuran bak Gran Max 2.350 × 1.585 × 300 mm (atau tinggi 360 mm untuk varian tertentu). Dengan rumus sederhana, volumenya sekitar 1,12–1,34 m³.
Untuk pickup pesaing, Suzuki New Carry menyediakan bak lebih besar. Ukuran 2.505 × 1.745 × 425 mm menghasilkan volume ±1,86 m³, tetapi pabrikan tetap menegaskan kapasitas muatan 1 ton sebagai batas aman. Artinya, volume bukan satu-satunya penentu.
Angka acuan per jenis truk (berdasarkan data pabrikan/karoseri)
-
Pickup
-
Gran Max: bak 2,35 × 1,585 × 0,30–0,36 m ⇒ ±1,12–1,34 m³.
-
New Carry: bak 2,505 × 1,745 × 0,425 m ⇒ ±1,86 m³. Kapasitas muatan: 1 ton.
-
-
Dump engkel (CDE)
-
Hino Dutro Dump: brosur menyebut “Cubic (m³) 6,2” dengan payload tertera ±4.000 kg. Ini yang sering disebut index 6.
-
Mitsubishi Canter FE74 HD: dealer karoseri umumkan konfigurasi dump index 6–8 m³ dengan contoh dimensi 4,0 × 2,0 × 0,9–1,2 m.
-
-
CDD
-
Layanan logistik dan direktori teknis di Indonesia menempatkan volume ±8–10 m³ untuk CDD. Tetap cek ukuran bak aktual.
-
-
Truk besar/tronton
-
Karoseri dan penjual resmi menampilkan varian index 24/28/32 m³ pada sasis kelas Hino 500/FM. Dimensi contoh: sekitar 6,0–6,4 m × 2,3–2,5 m × 1,7–1,85 m.
-
Catatan: istilah “index” di karoseri mengarah pada perkiraan volume bak (m³), bukan izin muatan. Batas muatan mengikuti spesifikasi pabrikan (payload/GVW) dan aturan jalan yang berlaku.
Konversi cepat dari m³ pasir ke ton
Berat pasir berbeda menurut kadar air. Referensi teknik internasional yang umum dipakai:
-
Pasir kering ≈ 1,4–1,6 ton/m³
-
Pasir lembap–basah ≈ 1,85–1,90 ton/m³
Contoh perhitungan:
-
Dump engkel “6 m³”
-
Kering 1,6 → ±9,6 ton
-
Basah 1,9 → ±11,4 ton
-
-
CDD “8–10 m³”
-
Kering 1,6 → ±12,8–16,0 ton
-
Basah 1,9 → ±15,2–19,0 ton
-
-
Tronton “24–32 m³”
-
Kering 1,6 → ±38,4–51,2 ton
-
Basah 1,9 → ±45,6–60,8 ton
-
Angka di atas hanya konversi fisik. Yang legal adalah angka yang tidak melampaui payload kendaraan dan batas jalan. Contoh, brosur Hino Dutro Dump menulis payload ±4.000 kg. Mengikuti payload ini, volume pasir kering yang “boleh” diangkut jauh di bawah 6 m³.
Tabel ringkas kubikasi bak yang lazim
| Jenis truk | Kubikasi bak lazim |
|---|---|
| Pickup Gran Max | ± 1,12–1,34 m³ |
| Pickup New Carry | ± 1,86 m³ |
| Dump engkel (index 6) | ±6–6,2 m³ |
| CDD | ±8–10 m³ |
| Tronton | ±24–32 m³ |
Realisasi di unit Anda bisa berbeda karena tinggi dinding bak dan desain karoseri tidak selalu sama. Ukurlah bagian dalam bak untuk akurasi.
Langkah praktis menghitung kubikasi truk Anda
-
Ukur P × L × T bagian dalam bak. Pastikan semua dalam meter.
-
Hitung volume: V = P × L × T.
-
Perhatikan bentuk muatan:
-
Rata (struck) ≈ sama dengan V.
-
Menggunung (heaped) sedikit lebih besar dari V; untuk estimasi cepat, tetap gunakan V sebagai dasar agar konservatif.
-
-
Cek payload dan aturan jalan: Cocokkan hasil konversi ke ton dengan payload pabrikan dan rambu kelas jalan. Payload New Carry 1 ton misalnya, meski volume baknya ±1,86 m³.
Kenapa angka di internet sering berbeda?
Pertama, karoseri berbeda. Tinggi bak memengaruhi volume. Pada truk besar, tersedia paket index 24/28/32 m³ sehingga angka yang beredar bervariasi.
Kedua, istilah model truk dipakai untuk banyak konfigurasi. “CDD” di satu dealer bisa merujuk dimensi bak yang tidak identik dengan dealer lain.
Ketiga, kadar air pasir. Pasir basah jauh lebih berat daripada pasir kering. Dry 1,4–1,6 t/m³ vs wet 1,85–1,90 t/m³. Jika hari hujan, muatan yang sama volumenya akan lebih berat.
Regulasi: ODOL dan pembatasan muatan
Pemerintah menegaskan kebijakan Zero ODOL sebagai agenda nasional. Sejumlah pernyataan resmi 2025 menunjukkan penguatan regulasi dan pengawasan, dengan target pelarangan total ODOL berlaku 2027. Artinya, operator harus mematuhi batas dimensi dan berat sesuai STNK/STRUT, serta penegakan di jalan akan makin ketat.
Implikasinya untuk pasir:
-
Pickup sering “penuh volume” belum tentu boleh jalan karena payload kecil.
-
Dump engkel/CDD tidak bisa mengangkut pasir setara angka index jika beratnya melampaui payload dan batas kelas jalan.
-
Tronton wajib menyesuaikan rute, izin, dan kelas jalan agar tidak melanggar ODOL.
Contoh hitung nyata
Contoh A — Pickup Gran Max
-
Ukuran bak: 2,35 × 1,585 × 0,30 m = 1,12 m³.
-
Jika pasir kering 1,6 t/m³ ⇒ 1,12 × 1,6 = 1,79 ton (terlalu berat untuk pickup).
-
Agar tidak melewati 1 ton, volume yang dimuat harus ±0,6–0,7 m³ saja.
Contoh B — Dump engkel index 6
-
Volume bak rujukan: 6,2 m³; payload brosur ±4 ton.
-
Pasir kering 1,6 t/m³ ⇒ 6,2 × 1,6 = 9,92 ton.
-
Agar patuh payload 4 ton, volume pasir kering yang aman ±2,5 m³.
Contoh C — Tronton index 24
-
Volume bak: ±24 m³.
-
Pasir lembap 1,85 t/m³ ⇒ 24 × 1,85 = 44,4 ton.
-
Penentunya adalah izin sumbu dan GVW truk, bukan volumenya. Operator wajib menyesuaikan muatan agar tidak ODOL.
Tanya jawab singkat
Apakah ada angka baku “1 truk pasir = X m³”?
Tidak. Angka berbeda untuk pickup, engkel, CDD, dan tronton. Ukur bagian dalam bak atau lihat brosur/karoseri.
Kalau saya hanya tahu jenis truknya?
Sebagai patokan awal: pickup ±1–1,8 m³, dump engkel ±6 m³, CDD ±8–10 m³, tronton ±24–32 m³. Verifikasi lagi dengan ukuran bak aktual.
Bagaimana mengubah m³ ke ton?
Kalikan volume dengan massa jenis sesuai kondisi pasir: kering 1,4–1,6 t/m³; lembap–basah 1,85–1,90 t/m³. Gunakan angka konservatif untuk menghindari ODOL.
Apakah muatan boleh setinggi bibir bak?
Tergantung aturan keselamatan dan desain bak. Walau “muat volume”, muatan tetap dibatasi berat dan pengikatan yang aman.
Kesimpulan
Jawaban “1 truk pasir berapa kubik” harus melihat jenis truk dan ukuran bak bagian dalam. Patokan tepercaya dari spesifikasi pabrikan/karoseri menunjukkan: pickup ±1–1,8 m³, dump engkel ±6 m³, CDD ±8–10 m³, tronton ±24–32 m³. Untuk pengangkutan legal, ikuti payload/GVW kendaraan dan kebijakan Zero ODOL yang mengarah pada pelarangan total ODOL pada 2027. Ukur bak Anda, hitung V = P × L × T, lalu konversi ke ton memakai massa jenis pasir yang sesuai kondisi lapangan.



