Dalam dunia logistik pelabuhan, cargodoring dan stevedoring sering disebut-sebut tapi banyak yang bingung bedanya. Dua istilah ini memang bagian penting dari proses bongkar muat barang di pelabuhan Indonesia, tapi lingkup kerjanya berbeda jelas. Memahami perbedaan ini bisa bantu bisnis Anda pilih layanan yang tepat agar pengiriman lebih lancar dan hemat biaya.
Table of Contents
ToggleApa Itu Stevedoring?
Stevedoring adalah proses bongkar muat barang langsung dari kapal ke dermaga atau sebaliknya. Istilah ini berasal dari kata “stevedore” yang artinya buruh pelabuhan khusus untuk tugas ini. Prosesnya pakai alat berat seperti crane kapal atau crane dermaga untuk angkat kontainer dengan aman dan cepat.
Tahapan stevedoring meliputi persiapan dokumen, unloading barang dari kapal, loading ke kapal, serta stowage atau penataan muatan agar kapal stabil saat berlayar. Di Indonesia, stevedoring diatur ketat oleh regulasi seperti Permenhub 60/2014 yang wajib patuhi standar keselamatan kerja (K3). Tanpa stevedoring yang baik, kapal bisa lama sandar dan biaya operasional melonjak.
Stevedoring vital untuk efisiensi pelabuhan karena kurangi waktu tunggu kapal dan jaga keamanan barang dari kerusakan. Contohnya, pekerja stevedore pastikan barang ditata rapi supaya kapal tidak miring saat laut bergelombang.
Apa Itu Cargodoring?
Cargodoring fokus pada penanganan kargo setelah barang turun dari kapal, yaitu dari dermaga ke gudang atau area penyimpanan di pelabuhan. Ini termasuk pemindahan barang pakai forklift, truk kecil, atau conveyor belt ke tempat tumpuk sementara. Cargodoring juga tangani pengaturan barang berdasarkan jenis dan tujuan pengiriman sebelum diserahkan ke pemilik.
Proses cargodoring mencakup receiving barang dari dermaga, penyimpanan sementara, dan delivery awal ke truk pengangkut. Di pelabuhan Indonesia, cargodoring jadi jembatan antara stevedoring dan distribusi lebih lanjut, hindari kemacetan di dermaga. Regulasi Permenhub 60/2014 juga atur usaha cargodoring sama seperti stevedoring untuk jaga standar operasional.
Kenapa cargodoring penting? Ia pastikan barang aman dari cuaca atau pencurian selama tunggu di pelabuhan, plus koordinasi dengan stevedoring agar alur lancar.
Perbedaan Utama Cargodoring dan Stevedoring
Stevedoring dan cargodoring saling melengkapi tapi beda lokasi dan tugas utama. Berikut tabel perbandingan lengkapnya berdasarkan praktik di pelabuhan Indonesia:
| Aspek | Stevedoring | Cargodoring |
|---|---|---|
| Lokasi Kerja | Kapal ke dermaga atau sebaliknya | Dermaga ke gudang/penyimpanan pelabuhan |
| Alat Utama | Crane kapal, crane dermaga | Forklift, truk, conveyor belt |
| Fokus Utama | Bongkar muat kapal, stowage | Penyimpanan, pengaturan, receiving/delivery |
| Tenaga Kerja | Stevedore (buruh kapal) | Pekerja terminal handling |
| Regulasi | Permenhub 60/2014, standar K3 kapal | Permenhub 60/2014, pengelolaan terminal |
| Tujuan | Cepatkan turnaround kapal | Hindari kemacetan dermaga, aman barang |
Perbedaan ini jelas: stevedoring tangani transisi kapal-dermaga, sementara cargodoring urus distribusi internal pelabuhan. Keduanya wajib koordinasi agar rantai logistik tidak putus.
Proses Lengkap di Pelabuhan
Proses bongkar muat di pelabuhan gabungkan stevedoring dan cargodoring jadi satu alur. Mulai dari kapal sandar, stevedore bongkar barang pakai crane ke dermaga. Lalu, tim cargodoring pindah barang ke stackyard atau gudang pakai forklift, sambil cek dokumen seperti bill of lading (B/L).
Setelah itu, tahap receiving dan delivery selesaikan dengan verifikasi barang sesuai manifest kapal. Seluruh proses ini butuh dokumentasi ketat untuk patuhi aturan bea cukai dan hindari kehilangan. Di Indonesia, perusahaan seperti PT Bandar Krida Jasindo tangani keduanya untuk barang CBU seperti mobil utuh.
Efisiensi proses ini tekan biaya, misalnya tarif stevedoring hitung per kontainer, sementara cargodoring tambah biaya gudang dan tenaga kerja.
Biaya dan Regulasi di Indonesia
Biaya stevedoring dan cargodoring tergantung volume, jenis barang, dan pelabuhan. Stevedoring biayanya termasuk alat berat dan stevedore, sering hitung per ton atau kontainer. Cargodoring tambah ongkos penyimpanan, forklift, serta administrasi.
Regulasi utama dari Kementerian Perhubungan via Permenhub 60/2014 atur pendirian usaha bongkar muat, termasuk syarat TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat). Perusahaan harus punya SIUJPT dan patuhi K3 untuk hindari kecelakaan.
Contoh perusahaan cargodoring-stevedoring di Indonesia seperti PT Bandar Krida Jasindo yang spesialis kendaraan besar. Biaya ini bisa hemat kalau pilih penyedia terintegrasi.
Pentingnya di Logistik Modern
Di era perdagangan global, stevedoring dan cargodoring jadi kunci efisiensi pelabuhan Indonesia yang tangani jutaan ton barang tiap tahun. Proses cepat kurangi dwell time kontainer, tekan emisi karbon dari kapal idle. Pandemi ajarkan adaptasi digital seperti tracking real-time untuk koordinasi keduanya.
Untuk bisnis ekspor-impor, pahami perbedaan ini bantu optimasi rantai pasok. Cargodoring khususnya cegah kerusakan barang selama tunggu truk pengiriman.
Rekomendasi Layanan Ekspedisi
Pilih ekspedisi yang paham cargodoring dan stevedoring untuk pengiriman mulus. KP Cargo, perusahaan logistik nasional dengan kantor di Jabodetabek, Surabaya, Makassar, Kendari, Manado, dan Balikpapan, tawarkan layanan pengiriman kargo antar pulau terpercaya.




