Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, yang lebih dikenal dengan singkatan ALFI, adalah sebuah organisasi asosiasi yang mewadahi pelaku usaha jasa logistik, forwarding, dan kepabeanan di Indonesia. Dalam istilah lengkapnya, ALFI merupakan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, yang dalam bahasa Inggris disebut Indonesian Logistics & Forwarders Association (ILFA). ALFI berfungsi sebagai wadah resmi untuk memperkuat jejaring usaha, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia (SDM), serta memperjuangkan kepentingan sektor logistik dan freight forwarding di tataran nasional maupun internasional.
Peran ALFI sangat penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Organisasi ini telah menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan logistik dan perdagangan. Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, ALFI berupaya membantu anggotanya untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, regulasi, dan praktik industri modern.
Table of Contents
ToggleSejarah dan Latar Belakang ALFI
Sejarah ALFI bermula dari proses konsolidasi beberapa asosiasi pelaku forwarder dan ekspedisi di Indonesia pada akhir abad ke-20. Organisasi ini awalnya dikenal sebagai GAFEKSI (Gabungan Veem & Ekspedisi Seluruh Indonesia), INFA (Indonesian Forwarders Associations), dan AEMPU (Asosiasi Ekspedisi Muatan Pesawat Udara). Ketiga asosiasi tersebut kemudian sepakat bergabung untuk membentuk satu wadah yang lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya.
Pada Musyawarah Nasional Luar Biasa di Denpasar, Bali pada tahun 2010, organisasi ini resmi mengambil nama ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) atau Indonesian Logistics & Forwarders Association (ILFA). Sejak saat itu, ALFI berkembang menjadi asosiasi yang mewakili berbagai sub-sektor logistik dan forwarder, termasuk jasa kepabeanan, transportasi udara, laut, dan darat.
| KATEGORI | INFORMASI |
| Nama Legal | ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia / Indonesian Logistics and Forwarders Association) |
| Status Hukum | Organisasi nirlaba yang menjadi wadah bagi perusahaan jasa pengiriman (forwarding) dan logistik di Indonesia |
| Tanggal Berdiri | 25 Juli 1989 (Sebagai hasil penggabungan organisasi GAFEKSI, INFFA, dan beberapa organisasi terkait lainnya). |
| Dasar Hukum | Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 10 Tahun 1989 |
| Ketua Umum | Akbar Djohan (2023–2028) |
| Alamat Pusat | Jl. Warung Buncit Raya No. 11, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740, Indonesia |
| Telepon | 021 4391 2283 |
| info@ilfa.or.id / dpp@ilfa.or.id | |
| Website | ilfa.or.id & alfi.or.id |
| Afiliasi | FIATA & AFFA |
Visi dan Misi ALFI
Visi ALFI adalah menjadi asosiasi yang menjadikan anggotanya sebagai arsitek angkutan barang yang berdaya saing global. Dengan kata lain, ALFI menargetkan para anggotanya untuk menjadi pemimpin dalam industri logistik dan freight forwarding yang kompetitif di pasar internasional.
Misi ALFI mencakup beberapa hal utama, antara lain:
Mendukung kebijakan pemerintah dalam program pembangunan ekonomi nasional.
Mengembangkan pelayanan jasa forwarding dan logistik, baik di dalam maupun luar negeri.
Meningkatkan kemampuan anggota sebagai tulang punggung arus mobilitas barang.
Memperkuat industri freight forwarding, logistik, dan pengurusan jasa kepabeanan agar berdaya saing global.
Mendorong profesionalisme anggota dalam orientasi pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Peran dan Fungsi ALFI
1. Organisasi Industri Logistik dan Forwarder
ALFI berfungsi sebagai asosiasi yang menghimpun para pelaku usaha di bidang freight forwarding, logistik, dan jasa kepabeanan. Keanggotaannya tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang aktif mendukung kebutuhan pelaku usaha di daerah.
2. Mitigasi Kebijakan dan Advokasi
Sebagai asosiasi profesional, ALFI menjadi mitra dialog bagi pemerintah dan lembaga terkait seperti Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, dan otoritas pelabuhan untuk memperbaiki regulasi, standar layanan pelabuhan, dan kebijakan perdagangan. Hubungan ini penting untuk menciptakan sistem logistik yang efisien dan kompetitif.
3. Pendidikan dan Pelatihan SDM
ALFI mendukung peningkatan kualitas SDM melalui ALFI Institute (Yayasan ALFI Institute) yang menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar internasional, seperti FIATA dan UNESCAP. Program ini bertujuan meningkatkan kapabilitas profesional anggota dalam menghadapi tantangan logistik global.
4. Kolaborasi dan Jejaring Bisnis
ALFI menyediakan platform untuk mempertemukan pelaku usaha, mitra logistik, serta penyedia layanan industri lainnya melalui acara seperti konferensi, pameran, dan forum diskusi. Ini membantu memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama jangka panjang.
Kepengurusan ALFI
Struktur organisasi ALFI mencerminkan komitmen untuk menjalankan fungsi asosiasi secara profesional. Berikut adalah beberapa posisi kunci dalam kepengurusan pusat ALFI:
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Ketua Umum | M. Akbar Djohan |
| Sekretaris Jenderal | Iman Gandi Mihardja |
| Bendahara Umum | Wisnu W. Petalolo |
| Ketua Dewan Pembina | Yukki Nugrahawan Hanafi |
| Ketua Dewan Kehormatan | Chris Kanter |
Struktur ini dibantu oleh wakil-wakil ketua umum yang membawahi bidang-bidang strategis seperti digitalisasi, kepabeanan, hubungan internasional, dan angkutan udara, laut, maupun darat.
Kontribusi ALFI terhadap Industri Logistik Indonesia
1. Menjadi Suara Industri dalam Pembuatan Kebijakan
ALFI secara aktif terlibat dalam audiensi dan diskusi kebijakan dengan pemerintah daerah maupun pusat. Misalnya, pertemuan ALFI dengan Dinas Perhubungan Sumatera Utara membahas operasional jasa pengurusan transportasi (JPT) serta kebutuhan layanan logistik di pelabuhan regional.
2. Mendukung Inisiatif Pembangunan Rantai Pasok Nasional
ALFI berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur logistik dan efisiensi rantai pasok nasional. Diskusi forum seperti ALFI Convex mempertemukan pelaku industri, regulator, dan investor untuk berbagi strategi pengembangan sektor logistik.
3. Peningkatan Kapasitas SDM Logistik
Melalui pelatihan yang berstandar internasional, ALFI membantu meningkatkan kualitas tenaga profesional di sektor logistik dan forwarding, sehingga mampu bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Kesimpulan
ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) merupakan organisasi penting dalam ekosistem logistik Indonesia yang berperan memajukan profesionalisme, memperkuat jaringan bisnis, serta menjembatani dialog antara industri dan pemerintah. Dengan struktur kepengurusan yang sistematis, serta berbagai inisiatif pelatihan dan advokasi, ALFI mendukung upaya memperkuat daya saing sektor logistik dan forwarder di tingkat nasional dan global.




