Mengenal Truk Engkel: Jenis, Ukuran Bak, dan Kapasitas Muatannya

jenis truk engkel

Truk engkel menjadi salah satu kendaraan niaga yang umum digunakan untuk distribusi barang di Indonesia. Ukurannya relatif ringkas dibandingkan truk kelas menengah dan berat, tetapi tetap mampu membawa muatan dalam jumlah yang cukup besar untuk kebutuhan distribusi toko, ekspedisi, pindahan, hingga pengiriman antarkota.

Dalam praktiknya, istilah truk engkel sering dikaitkan dengan CDE atau Colt Diesel Engkel, yaitu truk ringan dengan empat ban. Selain CDE, ada pula truk enam ban yang biasa disebut CDD atau Colt Diesel Double. Meskipun terlihat hampir sama, keduanya mempunyai konfigurasi ban, dimensi, GVW, dan kemampuan angkut yang berbeda.

Artikel ini membahas pengertian truk engkel, perbedaannya dengan CDD, ukuran bak, kapasitas, jenis karoseri, serta penggunaannya dalam distribusi barang.

Baca juga: Mengenal Truk Trailer Mulai Dari Jenis Hingga Spesifikasinya

Apa Itu Truk Engkel?

Truk engkel adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut truk ringan dengan empat ban, yaitu dua ban pada bagian depan dan dua ban pada bagian belakang. Kendaraan ini biasanya menggunakan dua sumbu, satu sumbu depan dan satu sumbu belakang.

Dalam industri transportasi dan logistik Indonesia, truk empat ban ini juga sering disebut CDE (Colt Diesel Engkel).

Sebagai contoh, Hino 300 115 SD menggunakan empat ban ditambah satu ban cadangan. Model tersebut memiliki satu sumbu depan dan satu sumbu belakang dengan Gross Vehicle Weight atau GVW sebesar 5.400 kg. Mitsubishi Fuso Canter FE 71 yang berada di kelas light duty truck juga memiliki GVW maksimum 5.150 kg.

Ukuran kendaraan yang relatif ringkas membuat truk engkel banyak digunakan untuk distribusi barang di dalam kota maupun pengiriman antarkota. Namun, kemampuan kendaraan tetap harus disesuaikan dengan dimensi jalan, kelas jalan, berat kendaraan, dan batas muatan yang diizinkan.

Perbedaan Truk Engkel CDE dan CDD

CDE dan CDD sering dianggap sebagai dua jenis truk engkel. Dalam praktik logistik, penyebutan tersebut memang lazim digunakan. Namun, ada perbedaan penting pada konfigurasi bannya.

1. CDE atau Engkel 4 Ban

CDE menggunakan total empat ban utama:

  • 2 ban di bagian depan
  • 2 ban di bagian belakang
  • satu sumbu depan
  • satu sumbu belakang

Truk ini biasanya digunakan untuk pengiriman barang ringan hingga menengah dan distribusi yang membutuhkan kendaraan dengan ukuran relatif ringkas.

Contohnya adalah Mitsubishi Fuso Canter FE 71 dan Hino 300 115 SD. Mitsubishi Fuso FE 71 memiliki GVW maksimum 5.150 kg, sedangkan Hino 300 115 SD memiliki GVW 5.400 kg.

2. CDD atau Truk 6 Ban

CDD menggunakan enam ban utama:

  • 2 ban di bagian depan
  • 4 ban di bagian belakang yang dipasang berpasangan
  • satu sumbu depan
  • satu sumbu belakang

Hal yang perlu diperhatikan adalah empat ban belakang pada CDD tidak berarti kendaraan tersebut memiliki dua gardan atau dua sumbu belakang.

Sebagai contoh, Hino 300 136 HDX memiliki enam ban ditambah satu ban cadangan. Spesifikasi resminya tetap mencantumkan satu sumbu depan dan satu sumbu belakang. Jadi, yang berbeda adalah penggunaan ban ganda pada sumbu belakang, bukan penambahan sumbu belakang.

Konfigurasi ban ganda tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan spesifikasi GVW yang lebih besar. Karena itu, CDD umumnya digunakan untuk kebutuhan pengangkutan yang lebih berat dibandingkan CDE.

Baca juga: Truk Sumbu 3: Pengertian, Kapasitas Muatan & Regulasinya

Ukuran Bak Truk Engkel

Tidak ada satu ukuran bak yang berlaku untuk seluruh truk engkel. Ukuran bak atau box bergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • model chassis
  • jarak sumbu roda atau wheelbase
  • panjang chassis
  • jenis karoseri
  • kebutuhan operasional kendaraan

Produsen kendaraan biasanya menjual chassis yang kemudian dipasangkan dengan bak atau box dari perusahaan karoseri. Karena itu, dua truk dengan kategori yang sama belum tentu mempunyai ukuran bak yang sama.

Sebagai gambaran, Ultima Karoseri mencantumkan ukuran box aluminium untuk truk 4 roda atau CDE dengan panjang sekitar 4,2–4,5 meter, lebar 2–2,1 meter, dan tinggi sekitar 2–2,2 meter. Untuk kategori truk 6 roda atau CDD, perusahaan tersebut mencantumkan panjang box sekitar 5,5–6 meter dengan lebar dan tinggi sekitar 2,2–2,4 meter.

Namun, ukuran tersebut bukan standar mutlak. Jenis material dan desain karoseri dapat menghasilkan ukuran yang berbeda. Bahkan pada kategori CDD, karoseri box besi dapat menggunakan dimensi yang berbeda dari box aluminium.

Karena itu, ketika ingin mengetahui kapasitas ruang sebuah truk, sebaiknya periksa dimensi dalam bak atau box kendaraan yang benar-benar digunakan, bukan hanya kategori CDE atau CDD.

Jenis Truk Engkel Berdasarkan Karoseri

Chassis truk engkel dapat dipasangkan dengan berbagai jenis karoseri sesuai kebutuhan pengiriman.

Mitsubishi Fuso Canter FE 71, misalnya, dapat digunakan dengan karoseri aluminium box, flat deck, chiller box, dan bak besi. Hino 300 115 SD juga mencantumkan aplikasi mobil boks/bak, bak terbuka, los bak, dan boks berpendingin.

Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.

1. Truk Engkel Box

Truk engkel box menggunakan ruang kargo tertutup sehingga barang terlindungi dari hujan, panas, debu, dan paparan langsung selama perjalanan.

Jenis ini banyak digunakan untuk membawa:

  • barang ekspedisi
  • produk retail
  • elektronik
  • pakaian
  • produk kemasan
  • perlengkapan rumah tangga

Material box dapat berbeda-beda, misalnya aluminium atau besi, tergantung kebutuhan operasional.

2. Truk Engkel Bak Terbuka

Truk engkel bak terbuka menggunakan bak tanpa atap permanen.

Jenis ini biasanya digunakan untuk membawa barang yang tidak membutuhkan ruang tertutup atau barang yang lebih mudah dimuat dari bagian atas dan samping.

Contohnya meliputi:

  • material bangunan
  • peralatan proyek
  • mesin
  • barang dalam karung
  • berbagai jenis barang berukuran besar

Untuk barang tertentu, bagian atas bak dapat ditutup menggunakan terpal selama perjalanan.

3. Truk Engkel Flat Deck atau Los Bak

Flat deck atau los bak memiliki area muatan yang relatif terbuka dan datar. Model ini cocok digunakan untuk barang dengan ukuran atau bentuk yang tidak mudah dimasukkan ke dalam box tertutup.

Mitsubishi Fuso dan Hino sama-sama mencantumkan flat deck atau los bak sebagai salah satu aplikasi pada chassis light duty truck mereka.

4. Truk Engkel Box Pendingin

Box pendingin atau refrigerated box digunakan untuk barang yang membutuhkan pengendalian suhu selama pengiriman.

Jenis kendaraan ini dapat digunakan untuk distribusi produk seperti:

  • makanan beku
  • produk olahan
  • bahan makanan tertentu
  • produk lain yang memerlukan rantai dingin

Hino 300 115 SD mencantumkan boks berpendingin sebagai salah satu aplikasi karoseri, sedangkan Mitsubishi Fuso FE 71 menyediakan aplikasi chiller box.

Kapasitas Muatan Truk Engkel

Kapasitas muatan truk engkel tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah bannya.

Salah satu angka penting yang perlu diperhatikan adalah Gross Vehicle Weight (GVW) atau berat total kendaraan maksimum. Angka ini mencakup kendaraan dan seluruh beban yang dibawanya, sehingga GVW bukan berarti berat barang yang boleh dimuat.

Sebagai contoh:

Model TrukJumlah Ban UtamaBerat Chassis/KosongGVW Maksimum
Mitsubishi Fuso Canter FE 714 ban2.025 kg5.150 kg
Hino 300 115 SD4 ban1.970 kg5.400 kg
Isuzu ELF NLRKelas light duty1.864–1.994 kg*5.100 kg
Mitsubishi Fuso Canter FE 73Kelas lebih besar2.305 kg7.000 kg
Hino 300 136 HDX6 ban2.410 kg8.600 kg

*Tergantung varian.

Data tersebut menunjukkan bahwa spesifikasi berat bisa berbeda cukup jauh antara satu model dengan model lainnya.

Misalnya, Mitsubishi Fuso FE 71 mempunyai berat chassis termasuk kabin sebesar 2.025 kg dan GVW maksimum 5.150 kg. Selisih keduanya sekitar 3.125 kg, tetapi angka tersebut belum bisa langsung dianggap sebagai kapasitas barang bersih karena kendaraan masih membutuhkan karoseri dan perlengkapan lainnya.

Hal yang sama berlaku pada Hino 300 115 SD. Berat chassis kendaraan tersebut sekitar 1.970 kg dengan GVW 5.400 kg. Kapasitas barang akhirnya tetap bergantung pada berat karoseri dan konfigurasi kendaraan setelah selesai dibuat.

Karena itu, pernyataan seperti “semua truk engkel mampu membawa 3 ton” atau “semua CDD mampu membawa 5 ton” tidak sepenuhnya tepat.

Untuk menentukan kapasitas muatan, perlu diperhatikan:

  1. GVW atau JBB kendaraan
  2. berat kosong kendaraan
  3. berat karoseri
  4. perlengkapan tambahan
  5. konfigurasi kendaraan
  6. ketentuan berat kendaraan yang berlaku

Dengan cara tersebut, berat barang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan batas legal kendaraan yang digunakan.

Apakah Truk Engkel Cocok untuk Distribusi dalam Kota?

Salah satu keunggulan truk engkel adalah dimensinya yang lebih ringkas dibandingkan truk kelas menengah dan berat.

Sebagai contoh, Mitsubishi Fuso Canter FE 71 mempunyai panjang keseluruhan sekitar 4.735 mm dan lebar 1.750 mm. Hino 300 115 SD mempunyai panjang sekitar 4.745 mm dan lebar 1.717 mm.

Dimensi tersebut membuat kendaraan relatif lebih mudah digunakan untuk distribusi di kawasan perkotaan dibandingkan truk yang memiliki panjang dan jumlah sumbu lebih besar.

Mitsubishi Fuso juga menyebut FE 71 sebagai truk empat ban yang dapat digunakan untuk operasional perkotaan.

Meskipun demikian, akses kendaraan tetap harus mengikuti kondisi jalan, pembatasan kendaraan, kelas jalan, serta ketentuan lalu lintas yang berlaku di setiap wilayah.

Fungsi Truk Engkel dalam Distribusi Barang

Dengan ukuran yang relatif ringkas dan pilihan karoseri yang beragam, truk engkel dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan distribusi.

Beberapa penggunaannya antara lain:

  • mengirim barang dari gudang ke toko atau distributor
  • distribusi produk retail
  • pengiriman barang ekspedisi
  • pindahan rumah atau kantor
  • mengangkut perlengkapan usaha
  • mengangkut material bangunan
  • distribusi barang UMKM
  • pengiriman barang antarkota
  • distribusi barang yang membutuhkan box tertutup
  • distribusi produk yang membutuhkan box pendingin

Pemilihan jenis truk sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan berat barang. Dimensi barang, volume, jenis barang, akses lokasi bongkar muat, dan jenis karoseri juga perlu diperhitungkan.

Barang yang ringan tetapi memiliki volume besar, misalnya, dapat lebih cepat memenuhi ruang box sebelum mencapai batas berat kendaraan. Sebaliknya, barang dengan ukuran kecil tetapi berat membutuhkan perhatian lebih terhadap batas GVW atau JBB kendaraan.

CDE atau CDD, Mana yang Harus Dipilih?

CDE lebih cocok ketika volume dan berat barang masih dapat ditampung kendaraan empat ban serta lokasi pengiriman membutuhkan kendaraan yang relatif ringkas.

CDD dapat dipertimbangkan ketika jumlah barang lebih besar dan membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi GVW serta ruang kargo yang lebih besar.

Secara sederhana:

KebutuhanCDE 4 BanCDD 6 Ban
Distribusi dalam kotaCocokCocok, tergantung akses
Barang ringan–menengahCocokCocok
Volume barang lebih besarTerbatas oleh ukuran karoseriLebih sesuai
GVW kendaraanUmumnya lebih rendahUmumnya lebih tinggi
Ukuran kendaraanLebih ringkasLebih besar
Ban belakangTunggal kiri-kananBan ganda kiri-kanan

Namun, pemilihan kendaraan tetap harus melihat spesifikasi unit yang digunakan karena ukuran karoseri dan kapasitas setiap model dapat berbeda.

Penutup

Truk engkel merupakan kendaraan niaga ringan yang umum digunakan untuk kebutuhan distribusi barang. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini sering merujuk pada CDE dengan empat ban, sedangkan kendaraan enam ban biasa disebut CDD.

Keduanya umumnya sama-sama memiliki satu sumbu depan dan satu sumbu belakang. Perbedaannya, CDD menggunakan empat ban yang dipasang berpasangan pada sumbu belakang sehingga jumlah ban utamanya menjadi enam.

Ukuran bak dan kapasitas muatan juga tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk seluruh kendaraan. Spesifikasi tersebut bergantung pada model chassis, wheelbase, GVW, berat kendaraan, dan jenis karoseri yang digunakan.

Karena itu, sebelum menentukan kendaraan untuk pengiriman barang, periksa tidak hanya berat muatan tetapi juga volume barang, ukuran bak, jenis karoseri, serta spesifikasi kendaraan yang digunakan. Dengan pemilihan armada yang sesuai, proses distribusi dapat berjalan lebih efisien sekaligus tetap sesuai dengan kemampuan kendaraan.

Sumber:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag

Hubungi Kami
Chat WhatsApp×
Pilih salah satu marketing kami untuk konsultasi:
kg

Berhasil!

Jika tab WhatsApp tidak otomatis terbuka, periksa popup blocker di browser Anda.

Scroll to Top
Tanya Total Ongkir
Pilih salah satu marketing kami untuk konsultasi:
kg

Berhasil!

Jika tab WhatsApp tidak otomatis terbuka, periksa popup blocker di browser Anda.