Kalau ngomongin soal konektivitas logistik di Indonesia, nama PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni tentu sudah tidak asing lagi. Wajar saja, karena BUMN pelayaran satu ini telah beroperasi selama puluhan tahun, Pelni memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang, transportasi penumpang, hingga pelayanan kapal perintis yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.
Salah satu kontribusi besar Pelni dalam sektor logistik ialah keterlibatannya dalam Program Tol Laut yang diinisiasi oleh pemerintah. Program ini bertujuan untuk memperlancar distribusi barang antarwilayah, mengurangi kesenjangan harga antara Indonesia bagian barat dan timur, serta memastikan kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat dengan lebih merata.
Pada tahun 2025, Pelni kembali dipercaya oleh Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan 8 trayek Tol Laut dengan target 118 voyage. Hal ini menunjukkan komitmen Pelni dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional melalui jalur laut.
Lantas, kapal apa saja yang beroperasi dan ke mana saja trayeknya? Yuk, Simak daftar lengkapnya berikut ini.
Baca Juga : Pelabuhan Bitung Penghubung Logistik Laut di Indonesia Timur
Table of Contents
ToggleSekilas Tentang Program Tol Laut Pelni
Sebelum masuk ke daftar kapalnya, penting untuk memahami dulu apa itu Tol Laut. Program ini adalah kebijakan pemerintah yang menggunakan kapal barang berjadwal tetap untuk menjangkau pelabuhan-pelabuhan di daerah 3TP (Terdepan, Terpencil, Tertinggal, dan Perbatasan).
Selain 8 trayek Tol Laut, Pelni juga mengelola:
- 30 trayek kapal perintis yang menyinggahi 230 pelabuhan dengan 522 rute
- 18 kapal rede untuk mendukung distribusi di perairan dangkal
- trayek kapal ternak khusus untuk pengangkutan hewan
Ini menunjukkan betapa besarnya peran Pelni dalam menjaga stabilitas logistik nasional.
9 Nama Kapal Pelni dan Trayeknya Untuk Logistik
Sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi barang antarpulau, Pelni mengoperasikan sejumlah kapal yang melayani berbagai trayek strategis di Indonesia. Kapal-kapal ini tidak hanya membantu kelancaran arus logistik, tetapi juga mendukung pemerataan kebutuhan pokok hingga ke wilayah terpencil. Berikut adalah daftar lengkap kapal-kapal Pelni yang bertugas mengangkut logistik beserta rute pelayarannya:
1. KM Logistik Nusantara 2 (Trayek H-1)
Rute: Tanjung Perak → Makassar → Tahuna → Nunukan → Tanjung Perak
KM Logistik Nusantara 2 atau yang akrab disebut KM Lognus 2 bertugas di trayek H-1, menghubungkan Jawa Timur dengan Sulawesi Utara hingga perbatasan Kalimantan Utara. Kehadiran kapal ini sangat vital, terutama karena pada 2025, dimana Pelabuhan Nunukan resmi ditambahkan sebagai titik singgah baru untuk memperluas jangkauan logistik ke kawasan perbatasan Malaysia. Rute ini memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat di Nunukan dan Tahuna tetap stabil dengan harga terjangkau.
2. KM Logistik Nusantara 4 (Trayek T-2)
Rute: Tanjung Priok → Tanjung Uban → Letung → Tarempa → Selat Lampa → Subi → Serasan → Midai → Tanjung Uban → Tanjung Priok
Salah satu kapal yang paling banyak disorot adalah KM Lognus 4, yang menjadi simbol pelayaran perdana Tol Laut 2025 ketika diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 6 Januari 2025.
Kapal ini memiliki kapasitas angkut 115 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) dan melayani trayek T-2 menuju kepulauan di Riau. Di pelayaran perdananya, kapal ini mengangkut 55 TEUs berisi berbagai komoditas penting seperti beras, pakan ternak, kedelai, tepung, air mineral, daging ayam, hingga es krim. Tahun 2025 ini, Tanjung Uban ditambahkan sebagai pelabuhan singgah baru di trayek ini untuk memperkuat distribusi logistik ke Kepulauan Riau yang selama ini bergantung pada jalur laut.
3. KM Logistik Nusantara 3 (Trayek T-6)
Rute: Tanjung Perak → Tidore → Jailolo → Tanjung Perak
KM Lognus 3 melayani trayek T-6 yang menghubungkan Surabaya dengan pulau-pulau di Maluku Utara. Tidore dan Jailolo adalah dua daerah kepulauan yang sangat bergantung pada pasokan barang dari luar, sehingga kehadiran kapal ini benar-benar jadi penyelamat distribusi di kawasan tersebut. Rute yang relatif terfokus ini memungkinkan frekuensi perjalanan lebih tinggi sehingga pasokan barang bisa lebih konsisten.
4. KM Logistik Nusantara 1 (Trayek T-24)
Rute: Tanjung Perak → Fakfak → Kaimana → Tual → Dobo → Tanjung Perak
Trayek T-24 yang dilayani KM Lognus 1 adalah salah satu rute terpanjang dalam program Tol Laut Pelni. Kapal ini menjelajahi perairan dari Surabaya hingga ke Papua Barat dan Kepulauan Aru, menyinggahi pelabuhan-pelabuhan yang aksesnya sangat terbatas. Di tahun 2025, Pelabuhan Tual resmi bergabung sebagai pelabuhan singgah baru di trayek ini, semakin memperluas jangkauan distribusi ke Maluku Tenggara.
5. KM Kendhaga Nusantara 11 (Trayek S-5A)
Rute: Kupang → Rote → Sabu → Kupang
Berbeda dari kapal-kapal seri “Logistik Nusantara”, KM Kendhaga Nusantara 11 beroperasi di lingkup yang lebih regional namun tak kalah pentingnya. Trayek S-5A melayani pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Rote dimana pulau ini berada di paling selatan di Indonesia dan Pulau Sabu. Kawasan ini dikenal memiliki tantangan distribusi yang cukup berat karena kondisi geografisnya, sehingga kehadiran kapal ini sangat berarti bagi masyarakat setempat.
6. KM Kendhaga Nusantara 7 (Trayek S-5B)
Rute: Kupang → Larantuka → Lembata → Kalabahi → Kupang
Masih di wilayah NTT, KM Kendhaga Nusantara 7 melayani trayek S-5B yang menyinggahi beberapa pulau di Flores dan sekitarnya. Larantuka sebagai gerbang masuk Flores Timur, Lembata dengan karakternya yang terpencil, hingga Kalabahi di Pulau Alor semuanya terhubung berkat kapal ini. Trayek ini membuktikan bahwa Tol Laut bukan hanya soal jarak jauh, tapi juga soal menjangkau pulau-pulau kecil yang butuh perhatian lebih.
7. KM Kendhaga Nusantara (Trayek S-4)
Rute: Sorong → Oransbari → Waren → Sarmi → Sorong
KM Kendhaga Nusantara 8 menjadi tulang punggung distribusi logistik di pesisir utara Papua. Trayek S-4 menghubungkan Sorong sebagai hub utama dengan pelabuhan-pelabuhan kecil seperti Oransbari, Waren, dan Sarmi di daerah-daerah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau jalur darat. Tanpa kapal seperti ini, harga barang kebutuhan pokok di daerah tersebut bisa melonjak berkali lipat dibanding harga di kota besar.
8. KM Logistik Nusantara 5 (Trayek T-10)
Rute: Tanjung Perak → (rute ke wilayah Indonesia Timur)
KM Lognus 5 dikenal sebagai salah satu kapal dengan rute paling produktif dalam program Tol Laut Pelni. Kapal ini bahkan disebut-sebut memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian produksi angkutan tol laut Pelni, dengan kenaikan produksi yang sangat signifikan. Trayek T-10 yang dilayaninya menjadi salah satu rute prioritas dalam mendorong pemerataan distribusi barang ke kawasan timur Indonesia.
9. KM Camara Nusantara 1 (Trayek RT-1 Kapal Ternak)
Rute: Kupang → Wini → Tanjung Priok → Panjang → Kupang
KM Camara Nusantara 1 adalah kapal ternak pertama di Indonesia yang dibangun pemerintah dan dipercayakan operasionalnya kepada Pelni. Rute RT-1 ini menghubungkan Kupang (NTT) sebagai lumbung sapi nasional dengan Jakarta dan Lampung sebagai pusat konsumsi di Jawa-Sumatera.
Berbeda dari kapal logistik biasa, kapal ini dirancang khusus dengan kandang, ventilasi, dan sistem pakan yang layak untuk hewan hidup. Sepanjang 2025, kapal ini berhasil mengangkut lebih dari 7.000 ekor sapi yang berkontribusi langsung pada program swasembada daging nasional dan menstabilkan harga daging antarwilayah.
Mengapa Tol Laut Sangat Penting Bagi Indonesia ?
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan dalam pemerataan distribusi barang. Untuk mendukung kelancaran logistik dan mengurangi kesenjangan harga antarwilayah, pemerintah menghadirkan Program Tol Laut yang didukung oleh armada Pelni melalui berbagai trayek strategis ke seluruh Indonesia.
Dengan hadirnya kapal-kapal tersebut, pemerintah dan Pelni berkomitmen untuk:
- Menekan disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia
- Menjamin ketersediaan bahan pokok di daerah 3TP secara rutin dan terjadwal
- Membuka akses ekonomi bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperlancar arus barang
Pada 2025, total pelabuhan yang disinggahi oleh armada Tol Laut Pelni sudah bertambah menjadi 33 pelabuhan naik dari 32 pelabuhan di tahun sebelumnya.
Kesimpulan
Program Tol Laut yang dijalankan Pelni bukan sekadar bisnis pelayaran biasa tetapi ini adalah komitmen negara untuk memastikan setiap warga Indonesia, di mana pun mereka tinggal, bisa merasakan manfaat dari konektivitas dan ketersediaan barang yang layak.
Dengan armada yang terus berkembang dan rute yang semakin luas, Pelni membuktikan bahwa lautan bukan penghalang, melainkan jembatan yang menghubungkan seluruh penjuru Nusantara.
Jadi, kalau kamu penasaran soal pengiriman barang ke daerah terpencil atau ingin tahu lebih lanjut soal jadwal kapal Pelni, kamu bisa mengunjungi situs resmi di pelni.co.id untuk informasi terkini.




