Dalam dunia logistik pelayaran, keterlambatan pengambilan atau pengembalian kontainer dapat menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Buat siapa pun yang berkecimpung di dunia ekspor-impor atau logistik pelayaran, istilah ini wajib banget dipahami. Nah, biaya itu namanya demurrage.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan demurrage, kapan biaya ini dikenakan, dan bagaimana cara menghindarinya? Simak penjelasan lengkap mengenai definisi dan ketentuan demurrage dalam logistik pelayaran berikut ini.
Table of Contents
ToggleApa Itu Demurrage?
Secara sederhana, demurrage merupakan biaya yang perusahaan pelayaran kenakan kepada pengirim atau penerima barang karena terlambat mengambil kontainer dari pelabuhan melebihi masa “free time” yang telah ditentukan dalam perjanjian pengiriman.
Jadi, perusahaan pelayaran memberikan masa free time kepada pemilik barang untuk mengambil kontainer setelah kontainer tiba di pelabuhan. Begitu waktu ini habis tapi kontainer masih betah di sana, biaya harian pun mulai berjalan.
Biaya demurrage biasanya dihitung berdasarkan tarif harian atau jam, dan mulai berlaku segera setelah periode bebas tersebut berakhir. Di Indonesia sendiri, gambaran kasarnya biaya demurrage umumnya berkisar Rp1.000.000 per hari untuk kontainer ukuran 20 ft, meski tentu saja angka ini bisa berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan pelayaran dan pelabuhan.
Kapan Demurrage Berhenti Dihitung?
Banyak orang salah kaprah soal titik awal perhitungan demurrage. Perusahaan pelayaran biasanya menghentikan perhitungan demurrage setelah penerima barang mengeluarkan kontainer dari terminal atau melewati gerbang keluar (gate-out) area pelabuhan.
Karena itu, penerima barang perlu memastikan proses pengambilan berjalan tepat waktu. Meskipun dokumen sudah lengkap dan seluruh persyaratan telah dipenuhi, biaya demurrage akan terus bertambah jika kontainer masih berada di dalam area pelabuhan, misalnya karena truk penjemput terlambat datang.
Baca Juga : Cara & Proses Kirim Barang dengan Kontainer
Demurrage vs Detention
Selain demurrage, ada juga istilah serupa yang sering bikin bingung, yaitu detention. Sekilas mirip, tapi sebenarnya beda konteks. Biar lebih gampang dipahami, simak perbandingannya berikut ini:
| Aspek | Demurrage | Detention |
| Lokasi kontainer | Masih berada di area pelabuhan | Setelah kontainer keluar dari area pelabuhan, pengirim menggunakannya untuk mengirim barang ke tujuan akhir. |
| Status muatan | Pihak pelayaran akan mengenakan denda apabila kontainer masih berisi barang atau muatan melebihi batas waktu yang berlaku. | Pihak terkait tetap mengenakan denda pada kontainer, baik dalam kondisi berisi muatan maupun kosong. |
| Penyebab utama | Keterlambatan mengambil kontainer dari pelabuhan | Keterlambatan mengembalikan kontainer ke depo |
| Pihak yang bertanggung jawab | Biasanya, penerima barang di pelabuhan menanggung biaya ini karena mereka harus segera mengambil kontainer sebelum batas waktu berakhir | Pihak pengirim atau penerima yang menggunakan kontainer tersebut untuk pengiriman ke luar pelabuhan |
Apa Penyebab Terjadinya Demurrage?
Demmurage tidak hanya soal kelalaian. Selain keterlambatan penjemputan kargo, kendala dalam proses bea cukai juga sering menyebabkan demurrage. Ketika bea cukai menahan kargo untuk pemeriksaan atau penyelesaian dokumen, proses pengiriman yang telah dijadwalkan pun dapat tertunda.
Artinya, dokumen yang kurang lengkap atau proses clearance yang berbelit-belit bisa jadi biang keladi membengkaknya biaya logistik kamu.
Bagaimana Cara Menghindarinya?
Demmurage bisa dicegah kalau kamu disiplin mengatur waktu. Pastikan dokumen seperti:
- Invoice
- Packing list dan
- Dokumen bea cukai sudah siap jauh sebelum kapal tiba.
Pastikan Anda memahami berapa lama free time yang tersedia, lalu manfaatkan periode tersebut secara maksimal untuk menyelesaikan proses pengambilan atau pengembalian kontainer. Selain itu, siapkan dan koordinasikan kebutuhan transportasi darat, seperti truk dan gudang, sejak awal agar Anda dapat segera menjemput kontainer begitu kontainer tersedia.
Jika terdapat kendala di lapangan, segera komunikasikan dengan pihak pelayaran. Dalam kondisi tertentu, khususnya akibat force majeure, pihak yang terkena demurrage masih dapat bernegosiasi dengan perusahaan pelayaran untuk memperoleh pengurangan biaya atau pengecualian dari kewajiban pembayaran demurrage.
Baca Juga : Hardship: Pengertian dan Perbedaannya Dengan Force Majeure
Kesimpulan
Jadi, demurrage merupakan biaya yang pihak pelayaran kenakan ketika kontainer berada di area pelabuhan melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu, Anda perlu memahami kapan biaya ini mulai berlaku serta langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Dengan begitu, Anda dapat menghemat biaya logistik secara signifikan sekaligus menjaga kelancaran proses distribusi dan rantai pasokan. Jadi, sudah siap memastikan setiap pengiriman barangmu bebas dari jebakan demurrage? Yuk, mulai sekarang lebih teliti mengecek free time dan dokumen sebelum kapal tiba ya!




