Setiap kali tim KP Cargo merancang rute pengiriman ke Nusa Tenggara Barat, nama Pelabuhan Lembar hampir selalu masuk dalam pembahasan. Pelabuhan ini bukan sekadar titik singgah kapal, melainkan simpul penting yang menghubungkan Lombok dengan Bali, Jawa, hingga wilayah timur Indonesia. Bagi kami yang bergerak di bidang jasa pengiriman kargo B2B maupun B2C, memahami karakter sebuah pelabuhan sama pentingnya dengan memahami kebutuhan pelanggan itu sendiri. Artikel ini kami susun untuk berbagi gambaran lengkap tentang Pelabuhan Lembar, mulai dari profil, fasilitas, hingga aktivitas logistiknya.
Table of Contents
ToggleProfil Singkat Pelabuhan Lembar
Pelabuhan Lembar terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pelabuhan utama Pulau Lombok sebelumnya berada di Ampenan, lalu dipindahkan ke Lembar pada tahun 1977 karena kondisi perairan yang lebih terlindung dan cocok untuk kapal berukuran besar. Sejak saat itu, Lembar tumbuh menjadi gerbang utama arus barang dan penumpang di NTB. Pengelolaannya kini berada di bawah PT Pelindo, bersama dengan Terminal Gilimas yang letaknya tidak jauh dari dermaga utama.
Supaya lebih mudah dipahami, kami merangkum data teknis pentingnya dalam tabel berikut.
Profil Spesifik Pelabuhan Lembar
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat |
| Koordinat | 08°43’50,2″ LS / 116°04’24,20″ BT |
| Kelas Pelabuhan | III (tiga) |
| Status Pelabuhan | Diusahakan, sesuai PP No. 58 Tahun 1991 |
| Status Perairan | Wajib pandu, sesuai KM No. 3 Tahun 1999 |
| Luas Area Perairan | 481 hektare |
| Luas Area Daratan | 156,5 hektare |
| Pengelola | PT Pelindo (Cabang/Regional Lembar) |
| Tahun Mulai Beroperasi di Lembar | 1977, pindah dari Pelabuhan Ampenan |
| Dermaga Nusantara | Panjang 262,5 m, lebar 30 m, konstruksi beton, khusus bongkar muat barang |
| Dermaga PELRA (Ferry) | Panjang 190 m, lebar 16 m, untuk kapal penyeberangan |
| Trestle/Coastway | 3 unit, masing-masing panjang 60 m dan lebar 6 m |
| Terminal Gilimas | Dermaga sepanjang 440 m, kedalaman kolam -12 m LWS |
| Draft Kapal Maksimum (Gilimas) | 11 meter |
| Kapasitas Container Yard (Gilimas) | 200.000 hingga 300.000 TEUs |
Fasilitas Pendukung Lainnya
Selain dermaga dan terminal, Pelabuhan Lembar juga dilengkapi gudang, area parkir kendaraan, ruang tunggu penumpang, loket layanan 24 jam, hingga fasilitas air tawar dan pemadam kebakaran. Kelengkapan ini membuat Lembar mampu melayani dua fungsi sekaligus, yaitu pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang, dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Aktivitas Logistik dan Rantai Pasok
Dari sisi rantai pasok, Pelabuhan Lembar memegang peran strategis sebagai penghubung distribusi barang dari dan menuju Lombok. Barang kebutuhan pokok, material konstruksi, hasil bumi, hingga logistik untuk acara besar seperti MotoGP Mandalika, semuanya pernah melewati jalur ini. Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2024, puluhan kontainer logistik pendukung acara diturunkan melalui Terminal Gilimas menggunakan kapal MV Semangat Mas, dengan total muatan mencapai ribuan koli dan ratusan ribu kilogram barang.
Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa Lembar bukan pelabuhan kecil yang hanya melayani rute lokal. Pelabuhan ini terhubung dengan jaringan logistik nasional, termasuk program Tol Laut yang menyambungkan Lombok dengan pelabuhan-pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam praktik pengiriman kargo antar pulau yang kami jalankan sehari-hari, konektivitas semacam ini sangat membantu mempercepat distribusi barang, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan besar di kawasan timur Indonesia. Jaringan pelabuhan nasional ini juga mencakup wilayah lain yang tidak kalah sibuk, misalnya pelabuhan Kalimantan Timur seperti Semayang di Balikpapan dan Palaran di Samarinda, yang sama-sama berperan sebagai simpul distribusi barang antar pulau menuju kawasan timur Indonesia.
Jenis Kapal yang Bisa Sandar
Keragaman dermaga membuat Pelabuhan Lembar bisa menerima berbagai jenis kapal, di antaranya:
- Kapal RoRo (Roll-on Roll-off), melayani rute penyeberangan Lembar-Padangbai (Bali) dan Lembar-Jangkar (Situbondo), sekaligus jalur utama pengiriman kendaraan dan kargo bermuatan truk.
- Kapal penumpang PELNI, seperti KM Tilongkabila yang secara rutin bersandar setiap minggu untuk melayani rute ke wilayah Indonesia timur.
- Kapal barang atau general cargo, yang mengangkut material curah, bahan bangunan, dan kebutuhan pokok masyarakat NTB.
- Kapal peti kemas, dengan kapasitas lapangan kontainer di Terminal Gilimas yang dirancang untuk menampung 200 ribu hingga 300 ribu TEUs.
- Kapal pesiar (cruise ship), yang mulai bisa bersandar sejak Terminal Gilimas beroperasi, mengingat dermaga utama Lembar sebelumnya tidak memiliki kedalaman kolam yang memadai untuk kapal jenis ini.
Tantangan dan Arah Pengembangan
Sejujurnya, tidak semua berjalan mulus di lapangan. Cuaca buruk pada musim tertentu masih kerap menyebabkan keterlambatan jadwal kapal, dan antrean kendaraan saat musim liburan menjadi perhatian tersendiri bagi pengelola pelabuhan. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus melakukan penyesuaian alur pelayaran, termasuk revisi yang mengikuti perkembangan Terminal Gilimas, agar keselamatan navigasi kapal tetap terjaga seiring meningkatnya volume kunjungan kapal besar.
Penutup
Bagi KP Cargo, Pelabuhan Lembar adalah contoh nyata bagaimana sebuah pelabuhan daerah bisa tumbuh menjadi simpul logistik yang relevan secara nasional. Kombinasi antara layanan penumpang, kargo umum, peti kemas, dan pariwisata dalam satu kawasan membuat pelabuhan ini punya banyak lapisan aktivitas yang saling menopang. Ke depannya, kami akan terus memantau perkembangan infrastruktur di Lembar, khususnya Terminal Gilimas, karena kapasitas dan konektivitas yang terus bertambah ini membuka peluang pengiriman kargo yang lebih cepat dan efisien ke Lombok dan sekitarnya.




