Delivery Order: Definisi, Fungsi & Contoh Formatnya

delivery order

Dalam dunia logistik dan rantai pasok (supply chain), kelancaran operasional sangat bergantung pada kesesuaian dokumen dengan apa yang terjadi di operasional. Salah satu dokumen yang memegang peranan krusial namun sering kali disalahpahami adalah Delivery Order (DO). Tanpa dokumen ini, perpindahan barang dari gudang ke tangan konsumen bisa terhambat secara legal maupun operasional.

Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai apa itu Delivery Order, fungsinya dalam bisnis, perbedaannya dengan dokumen pengiriman lain, hingga contoh format yang umum digunakan dalam standar industri.

1. Definisi Delivery Order (DO)

Delivery Order atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Surat Perintah Pengeluaran Barang, adalah sebuah dokumen yang diterbitkan oleh pihak penjual (pemasok) atau pihak pengangkut (carrier) kepada bagian gudang atau pihak ketiga untuk melepaskan atau menyerahkan barang kepada pihak yang memegang dokumen tersebut.

Secara teknis, DO merupakan instruksi tertulis yang menyatakan bahwa pembeli telah memenuhi syarat tertentu (seperti pembayaran atau kontrak) sehingga barang yang dipesan sah untuk diserahkan.

Dalam konteks pengiriman internasional atau kargo, Delivery Order bisa diterbitkan oleh agen pelayaran setelah pihak penerima (consignee) menyerahkan Bill of Lading (dokumen bukti muat barang) yang asli. Dengan kata lain, DO adalah “kunci” legal untuk mengambil barang dari pelabuhan atau gudang penyimpanan.

2. Fungsi Utama Delivery Order dalam Bisnis

Bagi sebuah perusahaan, Delivery Order bukan sekadar formalitas kertas. Ada fungsi strategis dan legal di baliknya:

A. Sebagai Bukti Pengiriman yang Sah

DO berfungsi sebagai bukti bahwa barang telah keluar dari gudang penjual dan telah diterima oleh pihak kurir atau pembeli. Saat kurir menyerahkan barang kepada pelanggan, lembar DO yang ditandatangani oleh pelanggan menjadi bukti kuat bahwa transaksi fisik telah selesai dilakukan.

B. Instruksi Resmi untuk Bagian Gudang

Petugas gudang tidak diperbolehkan mengeluarkan barang hanya berdasarkan instruksi lisan. DO menjadi dasar tertulis bagi staf gudang untuk menyiapkan barang sesuai dengan spesifikasi, jumlah, dan jenis yang tertera di dalam dokumen tersebut.

C. Dokumen Pendukung Akuntansi dan Administrasi

Bagi tim keuangan, DO menjadi dasar untuk melakukan rekonsiliasi data stok. Setelah DO ditandatangani, data stok di sistem Inventory Management akan berkurang secara otomatis. Selain itu, DO sering kali dilampirkan bersama faktur (invoice) saat menagih pembayaran kepada pelanggan.

D. Keamanan dan Validasi Legal

Dalam sengketa bisnis, DO yang telah ditandatangani penerima berfungsi sebagai alat bukti hukum bahwa barang telah berpindah tangan dalam kondisi baik. Jika di kemudian hari terjadi klaim kekurangan barang, perusahaan dapat merujuk pada DO tersebut untuk verifikasi.

3. Komponen Penting dalam Format Delivery Order

Agar sebuah Delivery Order dianggap valid dan informatif, dokumen tersebut harus memuat elemen-elemen dasar berikut:

  1. Header (Kop Surat): Nama perusahaan, alamat, dan kontak pihak pengirim/penjual.

  2. Nomor Delivery Order: Kode unik yang berfungsi untuk pelacakan (tracking) dan pengarsipan.

  3. Tanggal: Tanggal saat dokumen diterbitkan atau saat barang seharusnya dikirim.

  4. Informasi Penerima (Consignee): Nama lengkap, alamat pengiriman, dan nomor telepon pihak yang dituju.

  5. Rincian Barang: * Nama atau deskripsi barang.

    • Kode produk (SKU/Stock Keeping Unit).

    • Jumlah/Kuantitas barang (pcs, box, kg, dll).

    • Keterangan tambahan (misalnya: warna atau ukuran).

  6. Informasi Pengangkut: Nama sopir atau vendor logistik yang membawa barang.

  7. Kolom Tanda Tangan: * Pihak yang menyerahkan (Gudang/Admin).

    • Pihak pengangkut (Sopir/Kurir).

    • Pihak penerima (Pelanggan/Pembeli).

4. Perbedaan Delivery Order dengan Dokumen Lainnya

Banyak orang yang masih bingung membedakan DO dengan dokumen pengiriman lainnya. Berikut adalah perbedaannya:

Delivery Order vs Purchase Order (PO)

  • PO: Dibuat oleh pembeli untuk memesan barang kepada penjual. Ini adalah permintaan atau niat membeli.

  • DO: Dibuat oleh penjual sebagai instruksi untuk mengirimkan barang yang sudah dipesan dalam PO tersebut.

Delivery Order vs Invoice (Faktur)

  • Invoice: Fokus pada aspek finansial (harga, pajak, dan termin pembayaran).

  • DO: Fokus pada aspek fisik barang (jumlah dan jenis barang yang dipindah-tangankan).

Delivery Order vs Bill of Lading (B/L)

  • Bill of Lading: Digunakan dalam pengiriman internasional sebagai kontrak pengangkutan dan bukti kepemilikan barang di atas kapal.

  • Delivery Order: Diterbitkan setelah BoL diserahkan, sebagai perintah untuk melepas barang dari pelabuhan/gudang ke penerima akhir.

5. Alur Kerja (Workflow) Penerbitan Delivery Order

Secara umum, proses administrasi Delivery Order mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Penerimaan Pesanan: Penjual menerima pesanan dari pembeli (berupa PO).

  2. Verifikasi Stok dan Administrasi: Bagian admin mengecek ketersediaan stok dan status pembayaran pembeli.

  3. Penerbitan DO: Jika sudah oke, sistem atau admin akan menerbitkan Delivery Order sebanyak 3 atau 4 rangkap.

  4. Penyiapan Barang: Staf gudang mengambil barang sesuai dengan rincian yang ada pada DO.

  5. Pemuatan Barang: Barang dimuat ke armada pengiriman. Sopir menandatangani DO sebagai tanda bahwa ia telah menerima barang dari gudang.

  6. Pengiriman dan Serah Terima: Barang sampai di lokasi pembeli. Pembeli melakukan pengecekan fisik. Jika sesuai, pembeli menandatangani DO.

  7. Pengarsipan: Satu lembar DO yang sudah ditandatangani pembeli dibawa kembali oleh sopir untuk diserahkan ke bagian administrasi/keuangan sebagai bukti pengiriman berhasil.

6. Contoh Format Delivery Order

Berikut adalah visualisasi sederhana dari format Delivery Order yang umum digunakan oleh perusahaan di Indonesia:

7. Era Baru: Electronic Delivery Order (E-DO)

Seiring dengan transformasi digital, banyak perusahaan logistik dan pelabuhan yang beralih ke Electronic Delivery Order (E-DO).

E-DO adalah versi digital dari surat perintah pengeluaran barang yang dikirimkan melalui sistem terintegrasi atau email. Keuntungan dari penggunaan E-DO meliputi:

  • Kecepatan: Dokumen tidak perlu dikirim secara fisik menggunakan kurir, menghemat waktu berhari-hari dalam proses impor/ekspor.

  • Efisiensi Biaya: Mengurangi biaya cetak kertas dan penyimpanan dokumen fisik.

  • Keamanan: Mengurangi risiko pemalsuan dokumen karena menggunakan sistem enkripsi dan tanda tangan digital.

  • Pelacakan Real-time: Status pengambilan barang dapat dipantau langsung melalui sistem aplikasi.

8. Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Delivery Order

Meskipun terlihat sederhana, kesalahan dalam DO bisa berakibat fatal bagi finansial perusahaan. Beberapa kesalahan umum yang harus dihindari adalah:

  • Deskripsi Barang Tidak Akurat: Jumlah barang di DO tidak sama dengan barang yang dikirim secara fisik.

  • Kurangnya Tanda Tangan dan Stempel: Tanpa tanda tangan penerima, perusahaan tidak memiliki bukti kuat untuk menagih pembayaran.

  • Nomor Referensi yang Salah: Salah memasukkan nomor PO atau invoice pada DO dapat membingungkan bagian akuntansi saat melakukan audit.

  • Penyimpanan Dokumen yang Buruk: DO fisik yang hilang dapat menghambat proses klaim asuransi jika terjadi kecelakaan saat pengiriman.

Kesimpulan

Delivery Order adalah dokumen vital dalam ekosistem perdagangan dan logistik. Ia berfungsi sebagai jembatan legal dan operasional antara penjual, penyedia jasa logistik, dan pembeli. Dengan manajemen DO yang baik, perusahaan dapat meminimalkan risiko operasional, memastikan kepuasan pelanggan, dan menjaga keakuratan data inventaris.

Di era modern, penggunaan teknologi seperti sistem ERP (Enterprise Resource Planning) atau E-DO menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dokumen pengiriman ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag

Hubungi Kami
Chat WhatsApp×
Pilih salah satu marketing kami untuk konsultasi:
kg

Berhasil!

Jika tab WhatsApp tidak otomatis terbuka, periksa popup blocker di browser Anda.

Scroll to Top
Tanya Total Ongkir
Pilih salah satu marketing kami untuk konsultasi:
kg

Berhasil!

Jika tab WhatsApp tidak otomatis terbuka, periksa popup blocker di browser Anda.