Menyebut Pelabuhan Gresik seolah-olah hanya satu terminal dapat menimbulkan salah pengertian.
Di Gresik terdapat fasilitas pelabuhan dengan karakter operasional yang berbeda. Salah satunya adalah terminal yang dikelola Pelindo Multi Terminal di kawasan pusat Gresik, sedangkan di Kecamatan Manyar terdapat Terminal Manyar yang terintegrasi dengan kawasan industri JIIPE.
Terminal Manyar bukan pelabuhan terpisah dari Pelabuhan Gresik. Dokumen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat kegiatan PT Berlian Manyar Sejahtera sebagai pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik.[1]
Perbedaannya justru menarik dari sisi logistik. Terminal di pusat Gresik banyak menangani general cargo dan muatan curah, sedangkan Terminal Manyar dikembangkan sebagai terminal multipurpose yang terintegrasi langsung dengan kawasan industri.
Bagi pengirim barang, memahami perbedaan ini penting. Namun bukan berarti pelanggan ekspedisi harus menentukan sendiri barangnya masuk melalui terminal yang mana.
Semakin umum jenis pengirimannya, keputusan mengenai terminal justru semakin menjadi bagian dari routing operasional perusahaan logistik.
Terminal Gresik Banyak Menangani General Cargo dan Muatan Curah
Terminal Gresik yang dikelola Pelindo Multi Terminal berada di kawasan pesisir pusat Kabupaten Gresik.
Operator mengategorikan terminal ini untuk layanan general cargo, dry bulk, liquid bulk, dan penumpang. Fasilitasnya meliputi dermaga sepanjang 717 meter, lapangan penumpukan seluas 26.374 m², gudang 1.350 m², serta peralatan seperti fixed jib crane, forklift, grab, dan jembatan timbang.[2]
Karakter pelabuhannya semakin jelas jika melihat jenis barang yang benar-benar dibongkar muat.
Pada Triwulan I 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total produksi bongkar muat Pelabuhan Gresik sebesar 1.137.736 ton/m³, terdiri dari:
| Jenis Muatan | Volume Triwulan I 2026 |
|---|---|
| General cargo | 260.386 ton/m³ |
| Bag cargo | 323.168 ton |
| Curah kering | 370.129 ton |
| Curah cair | 194.053 ton |
Pelindo menyebut komoditas yang ditangani antara lain kayu log, material besi, pupuk, semen, jagung, kernel dan CPO.[3]
Data tersebut menunjukkan karakter Pelabuhan Gresik yang sangat dekat dengan kebutuhan industri dan perdagangan komoditas.
Jadi, membayangkan Pelabuhan Gresik hanya sebagai tempat kontainer naik dan turun kapal kurang tepat. Sebagian besar aktivitasnya justru berkaitan dengan general cargo dan berbagai bentuk muatan curah.
Lalu Apa yang Berbeda dari Terminal Manyar JIIPE?
Terminal Manyar mempunyai karakter berbeda karena sejak awal dikembangkan bersama Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
Kementerian Perhubungan menyebut Terminal Manyar sebagai bagian dari Pelabuhan Gresik yang dirancang menjadi terminal multipurpose untuk menangani curah kering, curah cair, general cargo, dan peti kemas.[1]
Perbedaan terpentingnya bukan sekadar ukuran dermaga.
Terminal Manyar terhubung langsung dengan kawasan industri JIIPE.
JIIPE mencantumkan fasilitas pelabuhan untuk:
- peti kemas;
- general cargo;
- curah kering;
- curah cair;
- kendaraan;
- tangki penyimpanan cair dan gas;
- conveyor;
- serta sistem pemipaan.[4]
Sistem conveyor dan pemipaan tersebut penting untuk industri yang memindahkan bahan baku dalam volume besar. Muatan tertentu dapat dipindahkan dari area dermaga menuju fasilitas industri tanpa mengandalkan pola penanganan yang sama seperti cargo umum.
Karena itu, kekuatan Terminal Manyar bukan sekadar sebagai titik bongkar muat, tetapi sebagai bagian dari rantai pasok kawasan industri.
Terminal Gresik dan Manyar Melayani Karakter Kargo yang Berbeda
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat seperti berikut:
| Aspek | Terminal Gresik | Terminal Manyar JIIPE |
|---|---|---|
| Posisi | Kawasan pusat Gresik | Manyar, terintegrasi JIIPE |
| Status | Bagian dari Pelabuhan Gresik | Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik |
| Karakter utama | General cargo dan bulk | Multipurpose dan industrial port |
| Muatan | General cargo, bag cargo, curah kering/cair | General cargo, container, curah kering/cair, kendaraan |
| Lingkungan logistik | Perdagangan dan industri Gresik | Terintegrasi langsung kawasan industri |
| Fasilitas khusus | Gudang, lapangan penumpukan, crane, grab | Conveyor, pipeline, storage dan fasilitas industri |
| Sangat relevan untuk | General cargo dan komoditas | Industri dan arus barang skala besar |
Tabel tersebut bukan menunjukkan terminal mana yang lebih baik.
Yang berbeda adalah jenis kebutuhan logistik yang dilayani.
Pabrik yang menerima bahan baku curah dalam volume sangat besar tentu mempunyai kebutuhan berbeda dengan distributor yang hendak mengirim 700 kg spare part dari Gresik ke Makassar.
Apakah Cargo dari Gresik Harus Berangkat dari Pelabuhan Gresik?
Tidak otomatis.
Ini bagian yang sering membingungkan ketika melihat logistik hanya dari peta.
Lokasi barang memang menjadi salah satu faktor penting, tetapi ekspedisi juga harus melihat:
- kota tujuan;
- jenis barang;
- berat dan volume;
- jadwal kapal;
- ketersediaan layanan ke tujuan;
- kebutuhan konsolidasi;
- moda yang digunakan;
- biaya trucking;
- serta proses distribusi setelah tiba di kota tujuan.
Karena itu, barang yang berasal dari Kabupaten Gresik tidak selalu harus naik kapal dari terminal yang secara geografis paling dekat.
Dalam pengiriman cargo umum, bisa saja barang terlebih dahulu dibawa ke gudang konsolidasi dan diberangkatkan melalui terminal yang memiliki jaringan pelayaran lebih sesuai.
Sebaliknya, jika fasilitas di Gresik memang sesuai dengan jenis barang dan tersedia layanan menuju tujuan yang dibutuhkan, membawa barang ke terminal lain hanya akan menambah perjalanan darat.
Jadi ukuran efisiensinya bukan:
“pelabuhan mana yang paling dekat?”
melainkan:
“jalur mana yang menghasilkan kombinasi biaya, jadwal dan handling paling efisien sampai barang tiba di tujuan?”
Seberapa Penting Terminal bagi Pengirim?
Tidak semua pengiriman membutuhkan tingkat perencanaan terminal yang sama.
| Jenis Pengiriman | Seberapa Penting Pemilihan Terminal? | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Cargo umum ratusan kg | Relatif rendah | Tarif, jadwal, konsolidasi, door-to-door |
| Cargo beberapa ton | Menengah | Konsolidasi, trucking, jadwal kapal |
| FCL 20ft/40ft | Tinggi | Stuffing, trucking container, terminal dan kapal |
| Mesin/barang proyek | Tinggi | Handling, dimensi, armada dan akses terminal |
| Komoditas curah | Sangat tinggi | Fasilitas bulk, kapal dan infrastruktur terminal |
Inilah alasan pelanggan cargo umum biasanya tidak perlu memilih terminal sendiri.
Jika seseorang hanya ingin mengirim beberapa koli barang dari Gresik ke Sulawesi, pertanyaan seperti “harus lewat Terminal Gresik atau Manyar?” justru terlalu jauh di awal proses.
Yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah:
asal → tujuan → jenis barang → berat → dimensi → jumlah koli → target waktu.
Dari data tersebut baru dapat ditentukan moda dan routing pengirimannya.
Cargo Umum Berbeda dengan FCL
Pada cargo umum, barang dari beberapa pelanggan dapat dikonsolidasikan sebelum diberangkatkan. Karena volumenya belum memenuhi satu kontainer sendiri, jalur operasional sangat bergantung pada jaringan konsolidasi yang digunakan ekspedisi.
Situasinya mulai berbeda ketika jumlah barang cukup besar untuk menggunakan Full Container Load (FCL).
Dalam pengiriman FCL, rangkaiannya dapat melibatkan:
lokasi barang → pengambilan kontainer → stuffing → trucking → terminal → kapal → terminal tujuan → trucking → penerima.
Lokasi terminal, jadwal kapal dan biaya trucking kemudian mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap total biaya.
KP Cargo sendiri menyediakan layanan FCL menggunakan container 20ft dan 40ft dengan pilihan layanan door-to-door, port-to-port, port-to-door, door-to-port hingga trucking.[5]
Untuk pengiriman seperti ini, analisis jalur memang perlu lebih detail dibanding cargo reguler.
Mesin dan Barang Proyek Membutuhkan Perencanaan Berbeda Lagi
Gresik adalah kawasan industri sehingga jenis barang yang dikirim tidak selalu berupa produk dalam kardus atau pallet standar.
Pengiriman dapat berupa:
- mesin produksi;
- generator;
- struktur baja;
- komponen proyek;
- material konstruksi;
- alat berat;
- hingga barang dengan dimensi tidak standar.
Untuk muatan seperti ini, pelabuhan bisa menjadi faktor penting karena kemampuan handling, jenis armada, dimensi barang dan metode loading harus diperhitungkan sejak awal.
Barang berukuran besar juga belum tentu dapat diperlakukan seperti cargo reguler.
Rute pengirimannya bisa membutuhkan trucking khusus, lowbed, flatbed, container tertentu atau perencanaan project logistics sesuai karakter barang.
Karena itu, untuk barang proyek pertanyaan yang relevan bukan sekadar:
“kapalnya berangkat dari mana?”
tetapi:
“bagaimana barang dipindahkan dengan aman dari lokasi asal sampai lokasi proyek?”
KP Cargo juga memiliki layanan project logistics untuk kebutuhan barang proyek, mesin, material konstruksi dan pengiriman dengan kebutuhan armada khusus.[6]
Bagaimana dengan Barang Industri dalam Volume Sangat Besar?
Di sinilah fasilitas seperti Terminal Manyar JIIPE menjadi jauh lebih relevan.
Bayangkan industri yang menerima bahan baku curah dalam jumlah ribuan ton.
Persoalannya bukan lagi konsolidasi beberapa koli atau memilih tarif cargo per kilogram.
Yang dibutuhkan adalah fasilitas yang memang dirancang untuk menangani aliran barang dalam skala industri:
kapal → dermaga → conveyor/pipeline → storage atau fasilitas produksi.
JIIPE menyediakan konfigurasi seperti ini karena kawasan pelabuhan dan kawasan industrinya dirancang terintegrasi.[4]
Model tersebut menjelaskan mengapa kebutuhan logistik perusahaan industri besar berbeda secara fundamental dengan pelanggan ekspedisi cargo umum.
Keduanya sama-sama mengirim barang melalui laut, tetapi skala dan infrastrukturnya berbeda.
Kenapa Barang dari Gresik Bisa Saja Dikirim melalui Surabaya?
Gresik dan Surabaya berada dalam satu kawasan ekonomi dan jaringan transportasi yang berdekatan.
Karena itu, dalam praktik ekspedisi, batas administrasi tidak selalu menjadi dasar penentuan jalur.
Misalnya terdapat layanan yang lebih rutin menuju suatu kota dari terminal di Surabaya. Barang dari Gresik dapat saja dibawa melalui darat terlebih dahulu, dikonsolidasikan, kemudian diberangkatkan dari sana.
Pilihan tersebut bisa tetap rasional jika:
- jadwal keberangkatannya lebih sesuai;
- tersedia layanan langsung;
- proses konsolidasi lebih efisien;
- atau jaringan distribusi tujuan lebih baik.
Namun kebalikannya juga berlaku.
Jika barang dapat ditangani melalui Gresik dengan jalur yang sesuai, memindahkannya lebih jauh hanya karena terminal lain lebih besar belum tentu memberikan keuntungan.
Karena itu, pelabuhan terbesar belum tentu menjadi pilihan terbaik, sebagaimana pelabuhan terdekat belum tentu menghasilkan biaya terendah.
Yang harus dibandingkan adalah seluruh rantai:
pickup → trucking → konsolidasi/handling → pelabuhan → kapal → pelabuhan tujuan → distribusi akhir.
Apa Artinya bagi Perusahaan yang Mengirim Barang dari Gresik?
Untuk pelanggan ekspedisi, keputusan bisa disederhanakan menjadi tiga kelompok.
1. Cargo umum
Jika barang terdiri dari beberapa koli, pallet, produk manufaktur, spare part atau stok distributor, fokus utamanya adalah mendapatkan layanan cargo dengan rute, jadwal dan biaya yang sesuai.
Pemilihan terminal menjadi bagian dari pengaturan operasional ekspedisi.
2. Pengiriman satu kontainer
Jika volume sudah cukup menggunakan FCL, kebutuhan trucking container, stuffing, jadwal kapal dan terminal keberangkatan perlu dihitung lebih detail.
Pada kondisi ini lokasi terminal mulai memberikan pengaruh besar terhadap biaya.
3. Project cargo atau muatan industri
Untuk mesin besar, alat berat atau barang berdimensi khusus, kemampuan handling dan akses terminal menjadi bagian penting dari perencanaan.
Sementara untuk komoditas curah dalam volume industri, kebutuhan infrastrukturnya bisa jauh lebih spesifik lagi.
Kesimpulan: Pelabuhan Gresik Bukan Satu Terminal dengan Satu Fungsi
Pelabuhan Gresik tidak dapat dipahami hanya sebagai satu dermaga tempat barang dinaikkan ke kapal.
Terminal yang dikelola Pelindo Multi Terminal di pusat Gresik mempunyai karakter kuat pada general cargo, bag cargo serta muatan curah. Sementara Terminal Manyar yang menjadi bagian dari Pelabuhan Gresik dikembangkan dengan karakter multipurpose dan terintegrasi langsung dengan kawasan industri JIIPE.
Perbedaan tersebut sangat penting untuk pengiriman skala industri.
Namun bagi pelanggan yang ingin mengirim cargo umum beberapa ratus kilogram atau beberapa ton, menentukan terminal bukan keputusan pertama yang harus dilakukan.
Yang lebih penting adalah menentukan:
barang apa yang dikirim, berapa berat dan volumenya, dari mana asalnya, ke mana tujuannya, kapan harus sampai, serta layanan apa yang paling sesuai.
Dari situ barulah jalur dapat disusun.
Artinya, peran pelabuhan harus dilihat sebagai bagian dari rantai pengiriman, bukan sebagai tujuan akhir dari perencanaan logistik.
Bagi perusahaan di Gresik yang mengirim barang antarpulau, jalur terbaik bisa melalui fasilitas di Gresik atau melalui jaringan pelayaran dari Surabaya. Penentuannya harus berdasarkan keseluruhan perjalanan barang, bukan hanya jarak menuju dermaga.
KP Cargo melayani pengiriman cargo antarpulau, trucking, container FCL serta kebutuhan barang proyek. Untuk menentukan skema pengiriman dari Gresik, siapkan informasi kota tujuan, jenis barang, berat, dimensi dan jumlah koli agar rute serta layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman.
Referensi dan Sumber Data
[1] Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI — Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik
Dokumen resmi Ditjen Hubla mencatat perjanjian konsesi PT Berlian Manyar Sejahtera untuk kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik. Kementerian Perhubungan juga menjelaskan Terminal Manyar sebagai terminal multipurpose untuk curah kering, curah cair, general cargo dan peti kemas.
https://ppid.dephub.go.id/fileupload/informasi-berkala/20250904112925.Laporan_Keuangan_Ditjen_Hubla_Tahun_2024.pdf
https://dephub.go.id/post/read/diresmikan-presiden-joko-widodo%2C-11-kapal-pendukung-tol-laut-segera-dioperasikan-layani-masyarakat
[2] PT Pelindo Multi Terminal — Terminal Gresik
Sumber kategori layanan, panjang dermaga, lapangan penumpukan, gudang dan fasilitas bongkar muat Terminal Gresik.
https://pelindomultiterminal.co.id/portfolio/gresik
[3] PT Pelindo Multi Terminal — Kinerja Pelabuhan Gresik Triwulan I 2026
Sumber volume general cargo, bag cargo, curah kering, curah cair serta jenis komoditas yang ditangani.
https://pelindomultiterminal.co.id/news/kinerja-awal-tahun-lampaui-target-rkap-pelindo-multi-terminal-gresik-perkuat-peran-logistik-nasional
[4] Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) — Kawasan Pelabuhan
Sumber informasi mengenai fasilitas peti kemas, general cargo, curah, kendaraan, conveyor, pemipaan dan integrasi pelabuhan dengan kawasan industri.
https://jiipe.com/id/home/kawasanDetail/id/2
[5] KP Cargo — Jasa Pengiriman Container 20ft & 40ft
Sumber informasi layanan FCL KP Cargo dan pilihan door-to-door, port-to-port, port-to-door, door-to-port serta trucking.
https://karyapratamacargo.co.id/jasa-pengiriman-kontainer/
[6] KP Cargo — Jasa Project Logistics
Sumber layanan pengiriman barang proyek, mesin, material konstruksi dan kebutuhan armada khusus.
https://karyapratamacargo.co.id/jasa-project-logistics/




