Buat kamu yang baru mau mulai jualan online, TikTok Shop adalah salah satu platform yang paling worth it untuk dicoba sekarang. Kenapa? Karena pertumbuhannya gila-gilaan, penggunanya didominasi Gen Z yang punya kebiasaan belanja impulsif, dan algoritmanya masih jauh lebih “murah hati” dibanding marketplace lain dalam memberikan eksposur ke seller baru.
Tapi pertanyaan yang paling sering muncul dari para seller pemula adalah: “Kapan ya dapat order pertama?”
Kabar baiknya — kalau kamu tahu caranya dan mau konsisten, order pertama bisa datang bahkan dalam 2 minggu pertama buka toko. Bukan janji kosong, ini berdasarkan pengalaman dan praktik nyata di lapangan.
Tapi perlu dipahami sejak awal: artikel ini membagi perjalanan jualan di TikTok Shop menjadi dua fase yang berbeda:
- Fase 1 (0–2 minggu): Fokus mendapatkan order pertama dengan strategi yang tepat
- Fase 2 (bulan 1–3): Setelah order pertama datang, fokus membangun fondasi toko agar tumbuh stabil dan konsisten
Keduanya sama pentingnya. Fase 1 tanpa Fase 2 hanya menghasilkan toko yang cepat hidup lalu mati. Yuk, simak selengkapnya!
Table of Contents
Toggle1. Buat Katalog Produk Semenarik Mungkin
Kesan pertama di TikTok Shop itu visual banget. Sebelum calon pembeli membaca deskripsi atau melihat harga, mata mereka sudah lebih dulu menilai foto produkmu.
Pastikan setiap SKU (satu varian produk) memiliki minimal 4 foto dengan kualitas yang baik. Idealnya kombinasikan:
- Foto produk clean background (putih/polos) — terkesan profesional
- Foto lifestyle — produk dalam situasi penggunaan nyata
- Foto detail — close-up bagian penting produk
- Foto infografis — highlight keunggulan atau spesifikasi produk
Ingat, pembeli tidak bisa menyentuh produkmu secara langsung. Foto yang lengkap dan menarik adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan dan mengurangi keraguan mereka sebelum checkout.
2. Setting Harga dengan Markup yang Tepat
Ini bagian yang sering diremehkan seller baru dan akhirnya malah rugi. Sebelum menentukan harga jual, kamu harus memperhitungkan semua biaya-biaya yang akan dipotong oleh platform — mulai dari biaya layanan, biaya admin, hingga biaya program yang kamu ikuti.
Strateginya sederhana: setting harga normal lebih tinggi dari harga yang sebenarnya kamu mau.
Misalnya, jika harga jual idealmu adalah Rp100.000, maka set harga normal di katalog menjadi Rp150.000. Selisih Rp50.000 ini berfungsi sebagai buffer untuk menutup semua potongan platform, biaya ongkir yang mungkin kamu tanggung, dan margin keuntungan yang tetap terjaga.
Dengan cara ini, kamu tetap bisa memberikan “harga menarik” ke pembeli tanpa harus merugi di balik layar.
3. Manfaatkan Fitur Flash Sale, Bukan Sekadar Harga Coret Biasa
Banyak seller baru yang langsung pakai fitur harga coret/diskon produk biasa. Padahal, TikTok Shop punya senjata yang jauh lebih powerful: Flash Sale.
Kenapa Flash Sale lebih direkomendasikan?
- Produk kamu mendapat eksposur lebih tinggi di halaman Flash Sale platform
- Menciptakan urgensi waktu yang mendorong keputusan beli lebih cepat
- Algoritma TikTok Shop cenderung lebih menyukai produk yang aktif dalam program promosi resmi
- Terlihat lebih “resmi” dan terpercaya di mata pembeli dibanding sekadar coret harga manual
Jadi daripada hanya mengandalkan harga coret biasa, aktifkan Flash Sale untuk produk andalanmu. Efeknya terhadap klik dan konversi jauh lebih signifikan.
4. Aktifkan Fitur COD (Cash on Delivery)
Kalau kamu belum mengaktifkan COD di tokomu, aktifkan sekarang juga.
Di Indonesia, COD masih menjadi metode pembayaran favorit — terutama untuk pembeli baru yang belum pernah bertransaksi di platform tersebut atau pembeli yang belum sepenuhnya percaya pada toko baru. Dengan mengaktifkan COD, kamu secara otomatis memperluas jangkauan calon pembelimu secara signifikan.
Ya, ada risikonya — seperti potensi retur COD. Tapi untuk tahap awal membangun toko, manfaat mendapatkan order dan ulasan jauh lebih besar daripada risikonya.
5. Manfaatkan Fitur Affiliate TikTok Shop
Nah, ini salah satu fitur paling “game-changing” yang dimiliki TikTok Shop dibanding marketplace lain: Affiliate Program.
Cara kerjanya: kamu mendaftarkan produkmu ke program afiliasi, lalu para konten kreator di TikTok bisa mempromosikan produkmu dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang berhasil.
Kenapa ini powerful banget untuk seller baru?
- Kamu tidak perlu bayar di muka — komisi hanya dibayar kalau ada penjualan
- Konten kreator bisa menjangkau ribuan hingga jutaan penonton dalam sekali video
- Video produk yang viral punya efek pembelian impulsif yang sangat tinggi — khas perilaku belanja Gen Z di TikTok
- Bahkan kreator dengan followers kecil (nano/micro influencer) pun bisa menghasilkan penjualan yang signifikan
Pastikan kamu setting komisi yang kompetitif agar banyak kreator tertarik mempromosikan produkmu.
6. Daftarkan Produk ke Campaign TikTok Shop
TikTok Shop secara rutin mengadakan berbagai campaign promosi, mulai dari tanggal kembar (9.9, 10.10, 11.11, 12.12) hingga campaign tematik lainnya. Daftarkan produkmu ke campaign-campaign ini untuk mendapatkan eksposur ekstra.
Tips penting yang sering tidak diketahui seller baru:
Perhatikan keterangan di setiap campaign. Ada campaign yang mengenakan biaya tambahan, tapi ada juga yang bertuliskan “Ditanggung TikTok” — artinya biaya subsidi diskon atau program promosinya ditanggung oleh platform, bukan oleh seller.
Prioritaskan mendaftar campaign dengan label “Ditanggung TikTok” terlebih dahulu, terutama saat kamu masih di tahap awal dan ingin menjaga margin tetap aman.
7. Prioritaskan Ulasan dan Reputasi Toko di Awal
Ini tip yang paling krusial — dan yang paling sering diabaikan seller baru karena terlalu fokus pada keuntungan jangka pendek.
Di awal buka toko, lupakan dulu soal profit maksimal. Fokus utamamu adalah: mengumpulkan ulasan sebanyak dan sebagus mungkin.
Strateginya: jual produk dengan harga modal (bahkan setelah semua potongan platform) dulu di awal. Tujuannya untuk mendorong volume transaksi dan mendapatkan banyak ulasan positif dari pembeli nyata.
Kenapa ulasan itu sepenting itu?
- Ulasan membangun social proof — calon pembeli lain jadi lebih percaya
- Toko dengan reputasi baik mendapat prioritas lebih tinggi di algoritma TikTok Shop
- Rating toko yang bagus secara langsung meningkatkan conversion rate produkmu
- Pembeli cenderung memilih produk dari toko bereputasi, bahkan jika harganya sedikit lebih mahal
Investasi di reputasi awal ini akan berdampak besar pada performa jangka panjang tokomu.
8. Setelah Order Pertama Datang, Masuki Fase Tumbuh
Selamat — kalau kamu sudah menjalankan 7 langkah di atas dengan benar, order pertama seharusnya sudah mulai berdatangan. Tapi perjalanan belum selesai di sini.
Order pertama adalah sinyal bahwa tokomu layak. Tugas berikutnya adalah memastikan toko terus tumbuh dan tidak mati setelah euforia awal berlalu. Ini yang perlu kamu lakukan di bulan-bulan berikutnya:
- Rutin update katalog — tambah produk baru, perbarui foto yang kurang menarik
- Aktif ikut program promosi — jangan hanya pasif menunggu pembeli datang sendiri
- Pantau dan analisis performa — produk mana yang paling laris? Kenapa? Replikasi strateginya
- Jaga respons dan layanan — respon cepat ke calon pembeli berpengaruh langsung ke konversi
- Terus kumpulkan ulasan — ini tidak berhenti di minggu pertama, ulasan harus terus bertambah
Dalam 3–4 bulan pertama, algoritma TikTok Shop akan semakin “mengenali” tokomu dan mulai mendistribusikan eksposur yang lebih besar secara organik. Seller yang konsisten melewati fase ini biasanya akan merasakan efek snowball — pertumbuhan yang makin lama makin terasa.
Ringkasan: Checklist 8 Langkah Jualan di TikTok Shop
Supaya lebih mudah diingat, ini checklist yang bisa kamu jadikan panduan:
| # | Langkah | Status |
|---|---|---|
| 1 | Buat katalog dengan minimal 4 foto per SKU | ✔ |
| 2 | Setting harga dengan markup yang cukup | ✔ |
| 3 | Aktifkan Flash Sale untuk eksposur lebih tinggi | ✔ |
| 4 | Aktifkan fitur COD | ✔ |
| 5 | Daftar program Affiliate TikTok Shop | ✔ |
| 6 | Ikuti campaign “Ditanggung TikTok” | ✔ |
| 7 | Fokus kumpulkan ulasan di awal, jual harga modal dulu | ✔ |
| 8 | Setelah order pertama, jaga konsistensi untuk fase tumbuh | ✔ |
Penutup
TikTok Shop menawarkan peluang yang luar biasa bagi seller baru — asalkan kamu paham bahwa prosesnya punya dua fase: sprint di awal untuk order pertama, lalu marathon untuk tumbuh dan bertahan. Dengan 8 langkah di atas, kamu sudah punya peta jalan yang jelas untuk keduanya.
Mulai dari yang bisa kamu lakukan hari ini, jalani setiap fase dengan sabar dan strategis, lalu biarkan kerja kerasmu berbicara sendiri. Semangat jualan! 🚀
Punya pertanyaan seputar jualan online atau digital marketing? Tinggalkan komentar di bawah, ya!




