Bagi Anda yang sering mengirimkan barang dalam jumlah besar atau berukuran besar, istilah berat volume pasti sudah tidak asing lagi. Seringkali, pengirim merasa bingung mengapa biaya ongkos kirim (ongkir) yang ditagihkan lebih mahal daripada berat asli barang saat ditimbang. Fenomena ini terjadi karena perusahaan pengiriman atau cargo menggunakan standarisasi internasional dalam menentukan berat tagihan (chargeable weight).
Memahami cara menghitung berat volume adalah kunci utama agar Anda bisa melakukan estimasi biaya dengan akurat, terutama untuk rute pengiriman jarak jauh seperti dari Jakarta Balikpapan. Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa menghindari selisih biaya yang membengkak di konter pengiriman.
Table of Contents
ToggleMengapa Ada Berat Volume?
Dalam dunia logistik, ruang di dalam armada (truk, kapal, atau pesawat) sangat terbatas. Ada barang yang beratnya ringan tetapi memakan banyak tempat, seperti kasur busa, kerupuk, atau bemper mobil. Sebaliknya, ada barang yang ukurannya kecil tetapi sangat berat, seperti mesin atau pemberat besi.
Jika perusahaan ekspedisi hanya menagih berdasarkan berat timbangan (berat aktual), maka mereka akan merugi saat membawa barang yang ringan tapi memakan tempat. Oleh karena itu, muncul konsep berat volume atau volume kg untuk menciptakan keadilan antara ruang yang digunakan dengan biaya yang dibayarkan.
Rumus Dasar Perhitungan Berat Volume
Perhitungan berat volume didasarkan pada dimensi fisik barang, yaitu Panjang (P), Lebar (L), dan Tinggi (T). Namun, angka pembagi atau divisor yang digunakan berbeda-beda tergantung pada jalur pengiriman yang dipilih.
1. Rumus Berat Volume Jalur Darat & Laut
Untuk pengiriman via darat dan laut, ruang yang tersedia biasanya lebih luas dibandingkan pesawat, namun tetap memiliki batasan kapasitas. Di KP Cargo, rumus yang digunakan untuk jalur ini adalah:
Rumus: (Panjang x Lebar x Tinggi) / 4000 = Hasil dalam kgv
Contoh: Anda mengirimkan kotak berukuran 100 cm x 100 cm x 100 cm. (100 x 100 x 100) / 4000 = 250 kgv Meskipun berat aslinya mungkin hanya 50 kg, Anda akan dikenakan biaya untuk 250 kg.
2. Rumus Berat Volume Jalur Udara
Pengiriman udara memiliki ruang kargo yang sangat terbatas dan regulasi berat pesawat yang sangat ketat. Secara standar internasional, banyak yang menggunakan 6000, namun di KP Cargo, kebijakan untuk jalur udara menggunakan pembagi 5000 agar lebih kompetitif dan memudahkan pelanggan.
Rumus: (Panjang x Lebar x Tinggi) / 5000 = Hasil dalam kgv
Contoh: Kotak yang sama (100x100x100 cm) jika dikirim via udara. (100 x 100 x 100) / 5000 = 200 kgv
Perbedaan Berat Aktual dan Berat Volume
Penting untuk ingat bahwa perusahaan cargo akan selalu mengambil angka yang paling besar antara berat aktual (timbangan) dan berat volume.
- Berat Aktual: Berat yang didapat saat barang diletakkan di atas timbangan digital.
- Berat Volume: Berat yang didapat dari perhitungan dimensi (PxLxT).
Misalkan Anda mengirim paket dari Jakarta Balikpapan dengan berat timbangan 30 kg, namun setelah dihitung volumenya ternyata mencapai 45 kg. Maka, biaya yang harus Anda bayar adalah untuk berat 45 kg. Inilah yang disebut sebagai chargeable weight.
Tips dari Ahli: Menghindari Kerugian Ongkir
Panduan praktis agar pelanggan dapat merencanakan pengiriman dengan lebih nyaman:
“Kita sering dengar atau mungkin ada yang mengalami sendiri soal selisih ongkir di ekspedisi, ini biasanya karena pengirim kurang memahami cara perhitungan total ongkir di ekspedisi, simpelnya begini, hampir semua ekspedisi memberlakukan 2 parameter tarif ongkir, yang pertama adalah berat barang dan yang kedua adalah volume barang, nah pihak ekspedisi akan mengambil dari salah satu parameter tersebut yang nilainya paling besar (berat ataukah volume) barangnya untuk dikalikan dengan tarif dasarnya. Saran saya, ketahui rumus berat volume, rumusnya ada 2 berdasarkan jalur pengiriman, untuk jalur pengiriman laut dan darat menggunakan rumus (PxLxT)/4000 sedangkan udara menggunakan (PxLxT)/5000.” ujar Fikri, Digital Marketing Lead KP Cargo
Langkah-Langkah Menghitung Volume Secara Detail
Agar Anda tidak salah langkah, ikuti prosedur berikut sebelum membawa barang ke gudang cargo:
- Gunakan Meteran yang Akurat: Ukur sisi terpanjang, terlebar, dan tertinggi barang. Jika bentuknya tidak beraturan, bayangkan barang tersebut berada di dalam kotak persegi dan ukur sisi terluarnya.
- Perhatikan Satuan: Pastikan pengukuran menggunakan satuan sentimeter (cm). Jika Anda mengukur dalam meter, konversikan dulu ke cm.
- Hitung dengan Kalkulator: Masukkan angka ke rumus sesuai jalur pengiriman (4000 untuk darat/laut, 5000 untuk udara).
- Timbang Barang: Gunakan timbangan badan atau timbangan barang untuk mengetahui berat aslinya.
- Bandingkan: Lihat mana yang lebih besar. Angka itulah yang akan menjadi dasar pengenaan tarif.
Studi Kasus: Pengiriman Jakarta ke Balikpapan
Mari kita simulasikan pengiriman mesin cuci dari Jakarta Balikpapan.
- Dimensi Mesin Cuci: 80 cm x 80 cm x 100 cm.
- Berat Timbangan: 60 kg.
- Jalur Pengiriman: Darat/Laut (Divisor 4000).
Perhitungan: (80 x 80 x 100) / 4000 = 160 kgv
Karena 160 kgv jauh lebih besar daripada berat asli (60 kg), maka ongkir yang dibayarkan adalah untuk berat 160 kg. Jika harga per kg ke Balikpapan adalah Rp3.000, maka totalnya menjadi Rp480.000. Jika Anda hanya berasumsi membayar untuk 60 kg (Rp180.000), Anda akan mengalami kejutan biaya yang tidak menyenangkan saat tiba di lokasi pengiriman.
Cara Mengoptimalkan Packing agar Lebih Murah
Ada beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk menekan biaya volume kg:
- Gunakan Dus yang Pas: Jangan gunakan dus yang terlalu besar untuk barang kecil. Ruang kosong di dalam dus tetap dihitung sebagai volume.
- Teknik Vacuum: Untuk barang berbahan kain seperti bantal, guling, atau jaket, gunakan plastik vacuum untuk menyusutkan volumenya secara drastis.
- Lepas Pasang (Knockdown): Jika memungkinkan, bongkar bagian barang yang menonjol. Misalnya, melepas kaki meja agar bisa dipacking lebih tipis dan rata.
- Gabungkan Barang (Consolidation): Menggabungkan beberapa barang kecil ke dalam satu kotak yang rapi seringkali lebih murah daripada mengirim banyak kotak kecil secara terpisah karena meminimalisir ruang kosong antar-kardus.
Pentingnya Memilih Cargo yang Terpercaya
Memilih jasa pengiriman bukan hanya soal harga per kg, tetapi juga kejujuran dalam pengukuran. KP Cargo berkomitmen memberikan edukasi kepada setiap pelanggan mengenai cara hitung ini. Dengan transparansi pembagi (4000 untuk darat/laut dan 5000 untuk udara), pelanggan bisa merasa tenang karena tidak ada biaya yang disembunyikan.
Layanan dari Jakarta Balikpapan misalnya, sering kali melibatkan kombinasi moda transportasi. Pengetahuan tentang divisor ini membantu pengirim skala besar (B2B) untuk menyusun anggaran logistik tahunan mereka dengan lebih presisi dan menghindari kerugian finansial akibat salah estimasi.
Kesimpulan
Menghitung berat volume bukan sekadar formalitas logistik, melainkan strategi penting dalam manajemen biaya pengiriman. Dengan memahami bahwa pengiriman via cargo melibatkan perhitungan ruang, Anda bisa lebih bijak dalam melakukan pengemasan.
Selalu ingat rumus sederhana: (PxLxT) / 4000 untuk hemat biaya via darat/laut, dan (PxLxT) / 5000 untuk kecepatan via udara di KP Cargo. Dengan alat ukur yang tepat dan perhitungan yang jujur, pengiriman barang Anda akan berjalan lancar tanpa harus merugi di ongkir.




